Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

GLOBAL

ISPF akan diikuti 15 Negara Pasifik Selatan

badge-check


					ISPF akan diikuti 15 Negara Pasifik Selatan Perbesar

INAnews.co.id , Jakarta – Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan menyelenggarakan pertemuan Indonesia-South Pacific Forum (ISPF) pada 21 Maret 2019 di Jakarta.

Pertemuan tingkat pejabat tinggi tersebut diikuti oleh 15 negara di kawasan Pasifik Selatan, termasuk Indonesia, dan mengambil tema “Our Future: Shared Ocean, Shared Prosperity”.

Menlu RI Retno Marsudi direncanakan akan membuka langsung pertemuan yang akan berlangsung di Gedung Pancasila Kemlu itu, sementara Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kemlu Desra Percaya akan memimpin pertemuannya.

“ISPF akan menggali potensi untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara dan teritori di kawasan, sekaligus membangun pemahaman bersama sebagai negara kepulauan dengan karakteristik dan tantangan yang serupa,” ungkap Desra dalam press briefing di Jakarta, Senin (18/3/2019).

Disebutkan, pertemuan ISPF akan diikuti pejabat pemerintah dan pebisnis dari Indonesia dan 14 Negara/Teritori di kawasan Pasifik Selatan, yaitu Australia, Federasi Mikronesia, Fiji, Kaledonia Baru, Kepulauan Cook, Kepulauan Marshall, Kepulauan Solomon, Kiribati, Nauru, Palau, Papua Nugini, Selandia Baru, Tonga, dan Tuvalu, serta perwakilan Melanesian Spearhead Group.

ISPF akan dilaksanakan secara paralel dengan Business Engagement, pameran bisnis, konsultasi Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia dengan beberapa negara di Pasifik Selatan, dan inisiasi Kerja Sama Teknis.

Acara Business Engagement sendiri akan mempertemukan pengusaha dari negara-negara Kepulauan Pasifik untuk membahas peluang dan tantangan dalam membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

FPCI Sebut Tindakan AS di Venezuela Langgar Hukum Internasional

9 Januari 2026 - 06:35 WIB

Situasi Venezuela Memanas, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman dan Serukan De-eskalasi

4 Januari 2026 - 11:08 WIB

AS Serang Venezuela: Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional

4 Januari 2026 - 10:07 WIB

Populer GLOBAL