Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Survei LeSuRe : Prabowo dapat lampu hijau menang Pilrpres 2019

badge-check

INAnews.co.id , Jakarta – Meski masih di bawah petahana, pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mendapat lampu hijau “menempati” Istana Merdeka atau menang Pilpres 2019.

Elektabilitas pasangan ini 49.49 persen, sedangkan Jokowi – Ma’ruf 50.51 persen. Demikian hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Regional (LeSuRe) dalam rilisnya pada Rabu (27/03/2019).

Menurut M. Mufti Mubarok, Direktur LeSuRe survei ini melibatkan 152 juta responden, dimulai 10 Febuari sampai 25 Mare 2019.

Survei dilakukan dengan menggunakan dua metode sekaligus. Pertama, pendekatan metode semi real count dan survei sampling.

“Dua metode ini sengaja LeSuRe gunakan untuk mengukur lebih akurat dan komprehensif hal yang terpenting, seperti popularitas, akseptabilitas dan akuntabilitas masing-masing Paslon,” tuturnya.

Namun untuk memperjelas LeSuRe lebih fokus pada elektabilitsd calin dengan pendekatan semi real count.

“Pendekatan semi real count ini sebenarnya metode kualitatif yang dikuantitatif,” ujar Mubarok.

Hasilnya, dari 152 juta responden itu, dengan analisa Time Line Series pengguna media sosial yang aktif dilakukan verifikasi skore pembobotan dan verifikasi pengguna media sosial, maka lewat data Time Line Serie itu LeSuRe menyimpulkan elektabilitas 02 mencapai 49.48.

“Itu artinya, lampu kuning buat Petahana dan lampu hijau buat penantang” beber Mubarok.

Dia menguraikan, Data Time Line Elaktabilitas LeSuRe per 10 Febuari hingga 25 Maret sebagai berikut.

10 Febuari, elektabilitas 01, 39 persen, 02, 55 persen. Sedan margin eror 6 persen.

20 Febuari, elaktabilitas 01, 52 persen, 02 48 persen. Sedang margin eror 0 persen.

2 Maret, elaktabilitas 01, 47 persen, 02, 43 persen. Sedang margin eror 0 persen.

6 Maret, elaktabilitas 01, 58 persen, 02, 36 persen. Sedang margin eror 6 persen.

9 Maret, elaktabilitas 01, 41 persen, 02, 51 persen. Sedang margin eror 8 persen.

23 Maret, elaktabilitas 01, 51 persen, 02, 49 persen. Sedang margin eror 0 persen.

26 Maret, elaktabilitas 01, 50.51 persen, 02, 49,49 persen.

“Data time elaktabilitas melalui tiga pendekatan, yaitu analisis dynamic, analisis jaringan dan analis percakapan,” jelas Mubarok.

Menurut dia, dari analisis dynamic timeline dapat dilihat bagaimana perkembangan strategi komunikasi atau kampanye yang sudah dilakukan oleh masing-masing paslon.

Diantaranya pergerakan isu dan peristiwa penting dalam kampanye politik, baik penyampaian visi misi, membangun personal branding, juga membangun koalisi antar partai politik dan elit politik.

Kedua, dari analisis jaringan dilihat dari popularitas individual, Jokowi masih lebih unggul dibandingkan dengan Prabowo. Karakteristik individual Jokowi merupakan daya tarik tersendiri.

Namun jika dilihat dari kekompakan jaringan, komunikasi kubu Prabowo lebih unggul.

Ketiga, dari analisis percakapan dapat dianalisis isi dari komunikasi atau pembicaraan yang dilakukan, termasuk pesan apa saja yang sering dibicarakan, siapa saja yang sering membicarakan.

“Analisis ini serta momentum yang ada kurang dimanfaatkan oleh paslon dan timnya bahkan menjadi blunder bagi masing masing kubu,” tuturnya.

Dari ketiga Pendekatan analisis, tersebut, maka dapat ditarik score atau nilai elektablitas paslon 01 dan 02 sudah hampir cross/ sama dengan perbandingannya elektabiltas 01 sebesar 50.51% dan 02 sebesar 49.49%.

” Artinya jika selama 3 minggu ke depan tidak ada blunder dan sunami politik, maka selisih elektabilatas hanya 0.50. Sehingga ada peluang nantinya pemilu ini akan dibawa ke meja Mahkamah Konstitusi,” ujarnya.

Selain itu, tambah Mubaroq, untuk memperkuat data dan analisa, LeSuRe juga melakukan survei dengan cara sampling.
Survei pendekatan sampling.

Survei ini menggunakan metode konvensional dengan sampling sebesar 1.200 yang tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia, rentang waktu antara 17 februari sampai 17 maret 2019, menunjukkan hasil yang juga hampir sama yaitu elektabilitas paslon 01 sebesar 49.05% dan paslon 02 sebesar 46.95% dengn margin error 4%

“Hal ini menunjukkan bahwa setelah debat pertama, kedua dan ketiga terjadi perubahan pada elektabilitas pada kedua kubu,” jelas Mubarok.

Peningkatan elektabilitas terjadi pada kubu paslon 02 sebesar 2 persen dan penurunan elektabilitas sebesar 1 persen pada kubu paslon 01.

Menurutnya, tipisnya selisih nilai elektabilitas ini cukup membahayakan paslon 01, sedangkan bagi paslon 02 juga masih perlu strategi baru karena faktor penentu 02 sudah mulai menurun. Sedangkan faktor penentu paslon 01 terlihat ada peningkatan, tapi tidak menambah elektabilitas.

Rekomendasi dan Kesmimpulan
Dari kedua metode survei yag telah dilakukan oleh LeSuRe.

Dapat disimpulkan bahwa setelah debat ketiga dilakukan, selisih elektabilitas antara 01 sebagai petahana belum terlalu aman karena elektabiltas berada di bawah 50 persen menjelang pemilu.

Selain itu, selisih nilai elektabilitas antara paslon 01 dan paslon 02 tidak lebih dari 2.5 persen.

Dalam rentang waktu 3 sampai 2 minggu bahkan 1 minggu ke depan juga dapat diprediksi jika masing-masing paslon tidak membuat blunder, maka posisi elektabiliitas akan stabil.

Namum jika ada blunder, maka akan sangat dapat mempengaruhi elektabiltas masing masing paslon. Selisih nilai elektabilitas yang tipis ini akan terus berlanjut .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Deadline Fact

    good

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro

9 Januari 2026 - 07:36 WIB

Populer POLITIK