Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

SOSDIKBUD

Emilia Contesa prihatin nasib Guru Honorer di Jember

badge-check


					Emilia Contesa prihatin nasib Guru Honorer di Jember Perbesar

INAnews.co.id , Jember – Pemilik suara emas dari beberapa dekade yang juga calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pemilihan IV (Jember – Lumajang ) juga masih aktif menjabat MPR/DPD RI Hj.Emilia Contessa hadir untuk menyerap aspirasi warga Jember.

Emilia hadir diantara 150 anggota PGRI kabupaten Jember ,baik dari yang Guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap.

Dari setiap anggota PGRI yang hadir pada kesempatan itu sangat antusias karena pertama kalinya mengikuti kegiatan bersama wakil senator dari Dapilnya.

Kegiatan reses dan sosialisasi 4 pilar yang diadakan pada hari selasa tanggal 2 April 2019 di Hotel dan Resto Rembangan menghadirkan nara Sumber pendamping dari PGRI Jember, Supriyono.

Hadir juga Ketua Asosiasi  Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Sementara ketua asosiasi GTT dan PTT menyampaikan keinginan dari GTT dan PTT untuk segera menjadi honorer.

“Untuk pengangkatannya bisa bertahap dan berdasarkan masa kerja dan usia” ujar Khalil , Ketua asosiasi GTT dan PTT.

Khalil juga minta kepada pemerintah supaya memperhatikan pegawai tidak tetap ,karena selama ini kesejahteraan mereka dari belas kasih para kepala sekolah setempat.

“Nominalnya berkisar dari Rp.150 ribu sampai ke Rp.200 ribuan,” jelas Khalil.

Khalil juga minta kepada Bupati, BKD, dan kepada Dinas terkait agar gaji GTT dan PTT yang sudah 3 bulan tidak terbayar segera diberikan haknya.

“Dan untuk surat penugasan dan darft honor GTT dan PTT secepatnya di buat dan di berikan kepada yang sudah mengabdi kepada negara, kasihan mereka,” tegas Khalil.

Menurutnya guru PTT dan GTT dibuat terombang ambing tidak menentu dan banyak yang ditugaskan jauh dari domisilinya dan tidak sesuai honor.

Sementara itu, Emilia Contessa menekankan perlunya kerja sama dan pemikiran dari kita semua, baik yang terkait dengan GTT dan PTT maupun tidak karena mereka itu sebagai amanat Negara.

“PBNU yang saya maksud adalah Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945”, jelas Emilia.

Ditegaskan kembali oleh Emilia , dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila, maka jati diri kita sebagai anak bangsa akan tetap terpelihara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

125 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah

20 Februari 2026 - 15:58 WIB

Pesan SBY untuk Anak Muda

12 Februari 2026 - 23:29 WIB

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta Laksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

12 Februari 2026 - 10:22 WIB

Populer SOSDIKBUD