Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

SOSDIKBUD

Emilia Contesa prihatin nasib Guru Honorer di Jember

badge-check


					Emilia Contesa prihatin nasib Guru Honorer di Jember Perbesar

INAnews.co.id , Jember – Pemilik suara emas dari beberapa dekade yang juga calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pemilihan IV (Jember – Lumajang ) juga masih aktif menjabat MPR/DPD RI Hj.Emilia Contessa hadir untuk menyerap aspirasi warga Jember.

Emilia hadir diantara 150 anggota PGRI kabupaten Jember ,baik dari yang Guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap.

Dari setiap anggota PGRI yang hadir pada kesempatan itu sangat antusias karena pertama kalinya mengikuti kegiatan bersama wakil senator dari Dapilnya.

Kegiatan reses dan sosialisasi 4 pilar yang diadakan pada hari selasa tanggal 2 April 2019 di Hotel dan Resto Rembangan menghadirkan nara Sumber pendamping dari PGRI Jember, Supriyono.

Hadir juga Ketua Asosiasi  Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Sementara ketua asosiasi GTT dan PTT menyampaikan keinginan dari GTT dan PTT untuk segera menjadi honorer.

“Untuk pengangkatannya bisa bertahap dan berdasarkan masa kerja dan usia” ujar Khalil , Ketua asosiasi GTT dan PTT.

Khalil juga minta kepada pemerintah supaya memperhatikan pegawai tidak tetap ,karena selama ini kesejahteraan mereka dari belas kasih para kepala sekolah setempat.

“Nominalnya berkisar dari Rp.150 ribu sampai ke Rp.200 ribuan,” jelas Khalil.

Khalil juga minta kepada Bupati, BKD, dan kepada Dinas terkait agar gaji GTT dan PTT yang sudah 3 bulan tidak terbayar segera diberikan haknya.

“Dan untuk surat penugasan dan darft honor GTT dan PTT secepatnya di buat dan di berikan kepada yang sudah mengabdi kepada negara, kasihan mereka,” tegas Khalil.

Menurutnya guru PTT dan GTT dibuat terombang ambing tidak menentu dan banyak yang ditugaskan jauh dari domisilinya dan tidak sesuai honor.

Sementara itu, Emilia Contessa menekankan perlunya kerja sama dan pemikiran dari kita semua, baik yang terkait dengan GTT dan PTT maupun tidak karena mereka itu sebagai amanat Negara.

“PBNU yang saya maksud adalah Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945”, jelas Emilia.

Ditegaskan kembali oleh Emilia , dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila, maka jati diri kita sebagai anak bangsa akan tetap terpelihara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

7 Januari 2026 - 08:16 WIB

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

NU tak Bisa Dikooptasi: Kepala Dipegang, Ekor Belum Tentu Ikut

5 Januari 2026 - 21:32 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

5 Januari 2026 - 08:31 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia
Populer SOSDIKBUD