Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

POLITIK

Bamsoet Luncurkan Buku ke 15 berjudul “Akal Sehat”

badge-check


					Bamsoet Luncurkan Buku ke 15 berjudul “Akal Sehat” Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo kembali meluncurkan buku terbaru berjudul ‘Akal Sehat Bambang Soesatyo’. Buku setebal 373 halaman ini merupakan buku ke-15 yang ditulisnya.

“Sebelum resmi diluncurkan siang ini, pagi tadi saya sudah menyerahkan buku ini kepada Presiden Joko Widodo. Beliau menitip salam untuk semua yang hadir dalam peluncuran,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Ketua DPR RI, dalam peluncuran buku ‘Akal Sehat Bambang Soesatyo’, di Jakarta, Rabu (28/08/2019).

Hadir menjadi narasumber dalam acara ini antara lain Anggota Komisi XI DPR RI Maruarar Sirait, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo, dan Cendikiawan Muda Yudi Latif

Menurut Bamsoet buku terbarunya yang diberi judul ‘Akal Sehat’ sangat relevan dan kontekstual dengan situasi saat ini. Dimana, akal sehat bangsa sedang diuji dengan dihadapkan pada dua pilihan yaitu apakah mampu berpikir jernih dan jujur, atau sebaliknya.

“Ketika kita mampu berpikir jernih dan jujur, artinya kita lulus dalam mengaktualisasi hakikat potensi manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling mulia. Esensi ini pula yang membedakan manusia dengan hewan, “ jelas Bamsoet.

Karenanya, dalam buku ‘Akal Sehat’ ini dengan tegas diuraikan bahwa bangsa ini tidak boleh membiarkan politik identitas tumbuh subur, karena dapat menyulut permusuhan dan mengancam persatuan serta kesatuan. Penggunaan politik identitas sangat bahaya bagi sebuah negara yang multikultural dengan berbagai etnis, suku, ras, agama, dan budaya, seperti halnya Indonesia.

“Saya selalu teringat filosof Islam yang sangat masyhur, Imam Al Ghazali, yang berpesan, ‘menulislah maka anda akan hidup selamanya’. Sebagaimana pepatah latin, ‘verba volant scripta manent’, ‘yang terkatakan akan lenyap sedang yang tertulis akan abadi’,” tandas Bamsoet.

Bamsoet, harap, tulisan-tulisan yang ia lahirkan ini kelak akan bisa menemani anak, cucu, dan generasi bangsa tatkala ia sudah pergi menghadap Sang Pencipta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo

25 Februari 2026 - 20:45 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

25 Februari 2026 - 16:05 WIB

Populer POLITIK