INAnews.co.id, Jakarta – Pada tahun 2008, konsep smart city muncul untuk menciptakan pembangunan ekonomi dan infrastruktur, meningkatkan keberlanjutan, dan memajukan kualitas hidup penduduk yang tinggal atau bekerja di area perkotaan.
Smart city mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan pemerintah sehari-hari guna meningkatkan efisiensi dan layanan publik, yang diaktifkan melalui Internet of Things (IoT), yaitu teknologi jaringan yang menghubungkan berbagai perangkat untuk berbagi informasi dan data dengan intervensi manusia yang minimal.
Penelitian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tahun 2017 mengungkapkan bahwa munculnya urgensi akan smart city dipicu oleh tingkat pertumbuhan populasi perkotaan sebesar 2,75 persen per tahun.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), populasi yang tinggal di perkotaan dapat mencapai 56,7 persen pada tahun 2020. Jumlah ini akan meningkat menjadi 66,6 persen pada tahun 2035.
Indonesia telah memiliki modal yang memadai, seperti jumlah pengguna Internet yang mencapai 54,86 persen dari total populasi, pengguna smartphone yang mencapai 60 persen total populasi, serta koneksi internet dan bandwidth yang semakin terjangkau.
Ujung tombak smart city adalah konektivitas dan jaringan Internet yang lancar, aman, dikelola dengan baik, dan terkontrol.
Seperti kita ketahui, smart city bergantung pada data dan jaringan. Semua data diperoleh dari berbagai perangkat yang terhubung satu sama lain dengan berbagai sensor, seperti transportasi, pemantauan banjir, dan sensor pemantauan kualitas udara.
Big data ini harus disimpan dan dianalisis menjadi informasi, yang akan digunakan oleh pihak berwenang guna membuat keputusan yang dapat meningkatkan layanan dan kualitas hidup masyarakat.
“Konsep smart city membuat layanan pemerintah menjadi lebih cepat dan lebih banyak penduduk di daerah terpencil dapat menikmati akses ke teknologi. EnGenius hadir untuk mendukung implementasi smart city yang lebih pesat di berbagai kota di Indonesia,” ujar Lawrence Lim, Regional GM, Asia Pasifik &Timur Tengah, EnGenius Networks (S) Pte Ltd.
Di sinilah EnGenius dapat menghadirkan layanannya melalui solusi Cloud yang cerdas. EnGenius Cloud adalah manajemen jaringan nirkabel bertenaga artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Peran EnGenius Cloud adalah untuk menyediakan teknologi komputasi cloud tercanggih untuk menangani komunikasi dan penyimpanan data, serta mengelola jaringan nirkabel berbasis cloud.
EnGenius sangat terukur dan kompatibel dengan teknologi, dan tidak memiliki batasan perangkat yang dapat dikelola per situs,
Solusi ini beroperasi pada EnGenius sangat terukur dan kompatibel dengan teknologi, dan tidak memiliki batasan perangkat yang dapat dikelola per situs, model infrastruktur tanpa server yang menggunakan FaaS yang bekerja dalam hitungan mikro detik dan menawarkan skalabilitas yang terbukti.
Sistem ini cukup kuat untuk secara bersamaan mengontrol dan memantau hingga 100.000 access point dan switch dalam satu akun. Dengan demikian, sistem ini cocok untuk manajemen smart city.
Administrator TI juga dapat merencanakan dan menggunakan ribuan jaringan canggih dalam hitungan menit. Solusi cloud dari EnGenius ini kompatibel dengan access point 11ax dan 11ac, serta switch giga bit generasi terbaru.
Selain itu, solusi EnGenius Cloud juga aman karena menggunakan sistem two-factor authentication untuk melindungi data pengguna, selain infrastruktur cloud Multi-Tenant canggih untuk melindungi manajemen dan data pengguna dengan lebih baik.
Solusi cloud ini dapat menjamin 99,99% SLA, manajemen solusi ini dapat diakses melalui aplikasi mobile EnGenius Cloud, yang menyediakan kontrol penuh atas semua switch, access point, dan perangkat lainnya, dari satu perangkat mobile.
Aplikasi ini mudah digunakan, memberikan notifikasi secara real-time di mana saja, dan analisis kesehatan jaringan dengan dasbor yang tervisualisasi.






