INAnews.co.id, Jakarta – Usai pelantikan Kapolri Baru , Jendral Polisi Idham Aziz, Presiden Joko Widodo berikan untuk selesaikan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan hingga Desember 2019.
“Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember,” kata Presiden dalam acara diskusi mingguan dengan wartawan kepresidenan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 1 november 2019.
TPF menduga ada enam kasus yang menyeret aktor petinggi di Negara ini yang ditangani Novel. Dan diduga penyerangan Novel berkaitan dengan kasus tersebut.
Kasus-kasus korupsi yang ditangani Novel saat itu seperti kasus KTP-el, kasus mantan ketua Mahkamah Konstitusi Aqil Mochtar, kasus Sekjen Mahkamah Agung, kasus bupati Buol Amran Batalipu, kasus wisma atlet, dan kasus penanganan sarang burung walet Bengkulu
Pada 17 Juli 2019, TPF kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri Tito Karnavian untuk melakukan pendalaman terhadap keberadaan tiga orang yang diduga terkait kasus tersebut dengan membentuk tim teknis dengan kemampuan spesifik.
Dari target 6 bulan yang disampaikan Kapolri sebagai masa kerja tim teknis yang akan melanjutkan hasil temuan Tim Pencari Fakta (TPF). Namun, hingga lewat Oktober 2019, pelaku penyerangan belum terungkap juga.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian lalu membentuk lagi tim teknis atas hasil investigasi yang didapat TPF yang dipimpin Kabareskrim Polri saat itu, Komjen Idham Azis, dengan masa kerja enam bulan untuk melanjutkan setiap rekomendasi yang sudah dikeluarkan TPF Novel Baswedan.






