INAnews.co.id, Jakarta – Divisi Humas Polri menggelar Diskusi Publik Sharing With Cyber Comunnity dengan Tema Strategies For Combating Hoax and Fake News Bertempat di Hard Rock Cafe Pacifik Place SCBD Jakarta, (20/11/2019)
Dalam sambutannya Karo Multimedia Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. Drs. H. Budi Setiawan, M.M mengatakan, generasi milenial di era saat ini sudah dikenalkan dengan dunia internet sejak dini. Yang kita ketahui saat ini berbagai macam kejahatan sangat berdampak besar, salah satunya kejahatan siber yaitu hoax atau berita bohong.
“Tugas Polri kedepannya adalah untuk mengantisipasi kejahatan siber saat ini, kita ketahui bahwa dampak dari berita hoax adalah menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap TNI Polri serta memecah belah NKRI, contohnya kejadian yang di Papua dan Tomohan Sulawesi Utara,” ucap Brigjen Pol Budi Setiawan.
Lanjut Jenderal Bintang Satu tersebut menuturkan, Kerjasama masyarakat dengan Aparat Negara sangat diperlukan untuk memberantas segala bentuk hoax yang bisa memecah belah bangsa dan negara ini, Untuk mencegah terjadinya hoax perlu adanya edukasi terhadap bahaya hoax dan untuk kaum milenial kalian adalah generassi depan bangsa ini, jadi kalian harus bisa memerangi hoax tersebut.
Paparan Narasumber Anita Wahid Presiden Special Staff in Communication mengatakan, Hoax Tidak hanya berita bohong tapi juga mengubah pikiran seseorang.
Sasaran hoax adalah emosi kemarahan dan kebencian . hoax memaksa kita untuk menerima dan mepercayai berita tidak benar dengan tujuan memancing emosi seseorang.
“Hoax dapat membuat masyarakat gaduh dan membuat bangsa menjadi tidak damai,” imbuhnya.
“Hoax diibaratkan sebagai virus karena penyebaran dan jangkauannya luas, sehingga kita dituntut memeriksa suatu berita dengan cara memverifikasi berita bohong atau mencari sumber berita,” kata Anita Wahid.
Paparan Josie Mokalu Ketua Cyber General Chairman and Creations menyampaikan, diharapkan setiap orang pengguna media sosial seperti youtube, Instagram, Facebook dan Twitter harus ikut serta mengedukasi masyarakat dan memberitahukan tentang dampak negatif dari hoax.
“Pengguna media sosial harus bertanggung jawab dengan konten-konten yang dibuat dan sebarkan,” imbuhnya.
“Kita tidak bisa menghentikan pembuat hoax tersebut, namun kita bisa mencegah diri kita sendiri untuk tidak menyebarkan berita tersebut,” kata Anita Wahid.
Dalam paparan Adita Irawati Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi mengatakan, Hoax harus kita perangi bersama, dan diharapkan teknologi harus dimanfaatkan menjadi positif karena jaman sekarang sering menjadi sesuatu yang negative, mari kita manfaatkan media sosial menjadi hal yang positif, kita juga diharapkan sebagai masyarakat dapat membanjiri konten positif.
“Ketika kita memerangi hoax, ada yang Namanya pendekatan seperti aturan-aturan atau disebut pendekatan structural dan ada juga pendekatan kultural atau yang disebut pendekatan melalui edukasi, diharapkan masyarakat dapat lebih cerdas dalam memverifikasi berita-berita yang menyebarluas,'” ucap Adita Irawati.
“Generasi milenial juga harus mendukung pembangunan dengan cara yang milenial agar dapat dengan mudah diterima di era ini,” imbuhnya.
Paparan Karo Multimedia Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Drs. H. Budi Gunawan, M.M menuturkan, Awal 2018 adalah zaman dimulainya revolusi industri yang ditandai dengan sitem cyber physical, dampak positif globalisasi diantaranya ada kemudahan komunikasi karena adanya kemajuan sedangkan dampak negativnya salah satunya adalah mudahnya informasi yang provokatif menyebarluaskan di media.
“Tidak hanya menggiring opini terkadang hoax juga menjadi ajang untuk having fun yang menguji kecerdasan dan kecermatan pengguna,” imbuhnya.
“Perkembangan hoax di Indonesia disebabkan adanya beberapa faktor yang diantaranya adalah masyarakat yang cenderung tidak bertanggung jawab dalam bermedia sosial,” jelas Brigjen Pol Budi Setiawan.
“Budaya literasi rendah juga membuat masyarakat membagikan dari pada menulis, diharapkan masyarakat lebih berhati-hati dalam bermedia sosial karena media sosial adalah ruang public bukan ruang privasi,” tutup Brigjen Pol Budi Setiawan.
Hadir dalam acara tersebut Anita Wahid Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Josie Mokalu Ketua Cyber General Chairman and Creations dan Adita Irawati Presiden Special Staff in Communication.






