Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Astra Financial Gelar Literasi dan Inklusi Keuangan Bagi Penyandang Disabilitas

badge-check


					Astra Financial Gelar Literasi dan Inklusi Keuangan Bagi Penyandang Disabilitas Perbesar

INAnews.co.id, JAKARTA –  Astra Financial melakukan kegiatan sinergis kali pertama yang menggabungkan tiga unsur, yaitu pelaku Industri, regulator, dan pemerintah melalui kegiatan Kerjasama Astra Financial dengan Kementerian Sosial dan Otoritas Jasa keuangan (OJK) dengan memberikan literasi dan inklusi keuangan bagi Penyandang Disablitas.

Bpk. Suparno Djasmin, Bpk.Sarjito , Bpk. Manggana Lubis

Astra Financial bersama 11 Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di dalamnya senantiasa meningkatkan kontribusi terhadap literasi dan inklusi keuangan untuk konsumen dan masyarakat. 11 perusahaan yang tergabung dalam Astra Financial adalah ACC, TAF, Asuransi Astra, PermataBank, FIFGROUP, Astra Life, SANFinance, Komatsu Astra Finance, Astra Ventura, Dana Pensiun Astra, Astra Welab Digital Artha (AWDA) memiliki kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) masing-masing yang meliputi 4 bidang, yaitu: pendidikan, kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan literasi dan inklusi ini merupakan wujud kegiatan dari pilar Pendidikan. Dan pada kesempatan ini Astra Financial bersinergi bersama Kementerian Sosial dan Otoritas Jasa Keuangan.

Manggana Lubis Kepala  BBRVPD  menjelaskan motor listrik yang dikembangkan oleh para penyandang disabilitas

Berlangsung di Balai Besar Rahabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas, Cibinong, 16 Desember 2019. Astra Financial turut bersinergi Sebagai wujud dukungan terhadap Otoritas Jasa keuangan (OJK) untuk mendorong implementasi POJK No 76/POJK.7/2016 tentang literasi dan inklusi keuangan serta mendukung UUD No 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas yang isinya menjelaskan “Bahwa Perusahaan Swasta Wajib Mempekerjakan paling sedikit 1% (satu persen) penyandang disabilitas dari jumlah karyawan”.

Terkait dengan implementasi bahwa perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1% dari jumlah karyawan, Astra Finansial sudah mengimplementasikan dengan total 34 orang karyawan disabilitas  berkerja di lingkungan Astra Financial.

Acara ini melibatkan 100 orang binaan Balai Besar Rahabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas. “Kami menerima dengan baik kunjungan dari Astra Financial hari ini. Literasi dan inklusi keuangan yang diberikan kepada para binaan kami dapat dijadikan bekal mereka di kemudian hari, khususnya dalam pengaturan keuangan ” ujar Manggana Lubis – Kepala Balai Besar Rahabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas.

Pada acara ini juga dilaksanakan peresmian “Ruang Astra Financial” yang merupakan persembahan dari Astra Financial untuk dipakai Balai Besar Rahabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas sebagai ruang pertemuan.

Director Astra & Director In Charge Astra Financial Suparno Djasmin mengatakan Astra Financial akan terus senantiasa mendoronginklusi dan literasikeuangankhususnyauntukkalangandisabilitas, dan semakinintensifdilakukan oleh LJK yang tergabungdalam Astra Financial.

Sejalan dengan Peraturan Pemerintah RI No 59 2017 tentangTujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang lebih dikenal sebagai Sustainable Development Goals disingkat dengan SDGs yang mencakup 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi.

“Semoga kerjasama antara Astra Financial, BBRVPD yang dinaungi Kementerian Sosial dan OJK semakin kuat kedepannya, untuk bersama sama membangun Keterampilan dan keahlian dalam pekerjaan bagi kalangan disabilitas agar menjadi mandiri dan professional serta mampu bersaing di dunia kerja, sehingga membantu mewujudkan Indonesia yang sejahtera,” kata Suparno Djasmin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI