INAnews.co.id , Jakarta – Komunitas Peduli Lingkungan melihat kondisi Kali Ciliwung yang menjadi ikon kota Jakarta saat ini, belum terlihat rapih dan bersih serta jorok.
Untuk itulah Komunitas Peduli Ciliwung Lenteng Agung. Yayasan HIPPERPALA Indonesia Bersama dengan RKI (Relawan Kemanusiaan Indonesia) dan KPCLA (Komunitas Peduli Ciliwung Lenteng Agung) akan mengadakan kegiatan pengarungan sungai Ciliwung dan launching sekolah Sungai Berkelanjutan.
Acara yang direncanakan berlangsung pada tanggal 15 Desember 2019 di taman Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kegiatan yang juga dalam rangka memperingati Hari Pencegahan Exploitasi Lingkungan (HPEL) se-dunia dan peringatan 11 tahun HIPPERPALA Indonesia ini mengambil tema “Ciliwung Rusak Hidup Blangsak.”
“Kegiatan ini dipusatkan di Taman Jagakarsa Tanjung Barat Jakarta Selatan. Hal ini kami lakukan karena sungai Ciliwung dari tahun ke tahun tambah rusak, lebar sungai makin mengecil dan sudah terlalu banyak daerah aliran sungai yang dibangun menjadi perumahan elit atau bangunan tinggi.” ujar Ketua Harian Yayasan HIPPERPALA Indonesia Zaldi Sonata pada Minggu 8 desember 2019.
“Kalau bukan warga beserta komunitas-komunitas yang peduli sungai Ciliwung dari hulu sampai hilir siapa lagi, maka dari sekarang kita Stop Kerusakan Ciliwung,” tambah pria yang biasa disapa Joli ini.
Guna keberhasilan acara, Joli berharap agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa hadir dalam acara ini dan mengikuti pengarungan sungai ciliwung.
“Dengan demikian Pak Anies bisa melihat langsung keberadaan sungai ciliwung sekarang ini.” harap Joli.
Acara ini juga akan diisi dengan program cek kesehatan, donor darah, seni dan budaya, serta menggelar pertemuan para pegiat lingkungan hidup untuk melakukan sebuah manifesto bersama untuk menjaga lingkungan hidup dan Ciliwung dari eksploitasi lingkungan hidup.






