Menu

Mode Gelap
Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

EKONOMI

Kemendag Gelar Seminar Pengembangan SDM UKM Berorientasi Ekspor

badge-check


					photo : Humas  Kemendag Perbesar

photo : Humas Kemendag

INAnews.co.id, Jakarta  – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) menggelar seminar kebijakan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk peningkatan ekspor khususnya usaha kecil menengah (UKM) melalui pemasaran secara digital di Jakarta, pada Kamis (27/2/20). Seminar ini bertujuan untuk mendukung perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce), khususnya peningkatan kapasitas pelaku UKM berorientasi ekspor.

Seminar dengan tema “Digital Marketing untuk Bisnis UKM” diikuti sekitar 200 orang peserta dari kalangan pelaku UKM, instansi terkait, fasilitator, serta alumni pelatihan ekspor yang diselenggarakan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI). Hadir sebagai narasumber yaitu praktisi dari The Nielsen Indonesia Yongky Susilo yang menyampaikan perkembangan terkini digital marketing di Indonesia dan manfaatnya bagi bisnis UKM.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang aktual mengenai strategi pengembangan ekspor kepada UKM yang berorientasi ekspor,” kata Direktur Jenderal PEN Dody Edward.

Dody menyampaikan, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Peraturan ini bertujuan untuk mendorong perkembangan niaga el, meningkatkan perdagangan produk dalam negeri, dan mendorong peningkatan ekspor secara daring (online).

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia yang dirilis pada 2018 terdapat 171,17 juta jiwa di Indonesia yang menggunakan internet. Angka tersebut naik 10,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu pada 2019, Bank Indonesia mencatat jumlah transaksi perdagangan daring setiap bulannya mencapai Rp13 triliun. Hal ini tidak berbeda jauh dengan prediksi penelitian dari McKinsey yang menyebutkan pertumbuhan niaga-el di Indonesia meningkat delapan kali lipat pada periode 2017—2018. Dari total belanja daring senilai USD 8 miliar pada 2017, meningkat menjadi USD 55—65 miliar pada 2020.

“Menyikapi hal tersebut, lembaga pendidikan dan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal PEN perlu terus proaktif dan membuat terobosan dalam membuat kurikulum dan silabus, serta pelatihan yang erbasis digital. Hal ini untuk mendukung tumbuh kembangnya eksportir baru di Indonesia yang berdaya saing,” terang Dody Edward.

Kepala Balai Besar PPEI Kemendag, Noviani Vrisvintati, menambahkan, kegiatan ini merupakan sarana komunikasi dan penyebaran informasi ekspor yang diprioritaskan pada pembangunan SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“PPEI terus berkomitmen untuk berperan aktif sebagai unit pelaksana teknis yang bertugas mengoordinasikan pendidikan dan pelatihan di bidang ekspor bagi dunia usaha khususnya UKM dan masyarakat,” ujar Noviani.

Pada 2020, PPEI menargetkan 119 angkatan pelatihan dengan target peserta mencapai 3.432 orang, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sementara sejak 1990 hingga sekarang, jumlah peserta pelatihan mencapai 55.824 orang. Para peserta terdiri dari eksportir serta organisasi yang mendukung kegiatan usaha (business support organization/BSO), yaitu BUMN, perusahaan swasta, dan universitas.

Selain itu, sejak 2010 PPEI juga menyelenggarakan program pendampingan ekspor atau Export Coaching Program. Kegiatan ini meliputi serangkaian kegiatan pendampingan selama satu tahun kepada UKM potensial ekspor agar siap ekspor. Khusus untuk 2019, terdapat 41 UKM yang telah melakukan ekspor kebeberapa negara tujuan ekspor dengan produk seperti furnitur, gula kelapa semut, kapuk, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman dari total 75 peserta pendampingan.

Untuk mendukung pengembangan SDM ekspor, PPEI menggandeng fasilitator yang berasal dari praktisi dan instansi terkait sebanyak 100 orang. Fasilitator tersebut menyampaikan materi terkait ekspor seperti membangun strategi ekspor meliputi strategi penetrasi pasar ekspor, akses dan survei pasar ekspor melalui internet, bisnis daring ekspor, serta pemasaran digital; persiapan ekspor meliputi prosedur ekspor, manajemen ekspor impor plus simulasi, prosedur impor, serta bagaimana memulai ekspor; negosiasi ekspor sistem pembayaran dan pembiayaan ekspor impor, teknik negosiasi dan kontrak dagang ekspor; serta pendukung proses ekspor yang meliputi pameran produk untuk ekspor dan sistem manajemen keamanan pangan.

 

Sumber : Humas  Kemendag

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal

12 Januari 2026 - 14:38 WIB

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

Populer EKONOMI