Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Mendag : Tingkatkan Perdagangan Melalui Kolaborasi dengan Pelaku Usaha India

badge-check


					Sumber photo : Kementerian Perdagangan Perbesar

Sumber photo : Kementerian Perdagangan

INAnews.co.id, New Delhi  – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, kolaborasi dengan Konfederasi Industri India (Confederation of India Industry/CII) merupakan salah satu upaya mencapai target perdagangan yang ditetapkan kedua Pemimpin Negara sebesar USD 50 miliar pada 2025. Hal itu ditekankan Mendag Agus usai bertemu dengan perwakilan CII di hari kedua kunjungan kerja Mendag di India, hari ini, Jumat (21/2).

“Pertemuan ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah Indonesia dengan pelaku usaha di India guna mendorong ekspor produk Indonesia ke India. Bagi kami, India adalah salah satu mitra dagang terbesar dan sangat penting,” kata Mendag Agus.

Pada pertemuan tersebut, Mendag Agus mengungkapkan masih banyak peluang kerja sama dan bisnis yang dapat dikembangkan di sektor konstruksi dan energi. “Indonesia saat ini menempatkan infrastruktur dan pengembangan energi alternatif sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, kami menjajaki peluang kerja sama di sektor konstruksi dan energi dengan CII,” ujar Mendag.

Selain itu, Mendag juga menyebutkan adanya peluang kerja sama di sektor energi yaitu konversi batu bara ke gas untuk bahan bakar pembangkit listrik. Mendag menjelaskan, Indonesia memiliki pasar yang potensial. Sehingga kerja sama di sektor lain pun semakin terbuka. Kerja sama kedua negara semakin terbuka lebar karena regulasi di Indonesia saat ini semakin memberikan kemudahan guna mendorong peningkatan ekspor.

Pihak CII menyebutkan beberapa peluang kerja sama lain yang dapat dijajaki kedua negara antara lain pertambangan, mobil listrik, pertanian, kesehatan, dan farmasi.

 

Pertemuan dengan IVPA

Sebelumnya, Mendag Agus bertemu dengan Asosiasi Produsen Minyak Nabati India (India Vegetable Oil Producers Association/IVPA) di tempat yang sama. IVPA adalah asosiasi khusus industri yang terdiri dari produsen Vanaspati, minyak sulingan, minyak nabati lainnya yang terhidrogenasi.

Pada kesempatan tersebut, Mendag menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengembangkan citra positif minyak sawit di India. “Saya ingin kita berkolaborasi untuk mengembangkan citra positif minyak sawit di India,” kata Mendag.

Selain itu, Mendag juga mendorong anggota IVPA untuk mulai membeli produk hilir minyak sawit Indonesia sebagai isyarat untuk membuktikan keberlanjutan produk minyak sawit Indonesia.

Menyikapi kepentingan kedua negara untuk meningkatkan kerja sama perdagangan, Mendag Agus mengundang para pengusaha India untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) 2020 di Indonesia yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang.

India merupakan negara tujuan ekspor ke-4 terbesar dan sumber impor produk bahan baku dan dan bahan penolong ke-9 bagi Indonesia. Total nilai perdagangan Indonesia-India pada 2019 tercatat sebesar USD 16 miliar. Ekspor Indonesia ke India untuk periode yang sama tercatat sebesar USD 11,78 miliar dan impor Indonesia dari India tercatat sebesar USD 4,29 miliar. Surplus untuk Indonesia tercatat sebesar USD 7,48 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke India pada 2019 yaitu batubara, minyak kelapa sawit dan turunannya, produk baja, karet alam, serta asam lemak monokarboksilat industri. Sedangkan, beberapa produk impor utama Indonesia dari India adalah daging kerbau, hidrokarbon siklik, kacang tanah, pemanas air, dan kendaraan bermotor.

 

Sumber : Kementerian Perdagangan

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI