Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Menkominfo : Tiga Hal Agar Media Bisa Bertahan Diera Disrupsi

badge-check


					Menteri Kominfo, Puncak acara Hari Perss Nasional (HPN) 2020. Banjarmasin, Sabtu (08/02/2020) Perbesar

Menteri Kominfo, Puncak acara Hari Perss Nasional (HPN) 2020. Banjarmasin, Sabtu (08/02/2020)

INAnews.co.id, Banjarmasin – Puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang diselenggarakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (08/02/2020) Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan agar media massa bisa berkembang di era disrupsi.

Insan Pers Indonesia harus memperhatikan tiga hal, yaitu invensi, inovasi dan investasi.

Konvensi Nasional Media Massa bertajuk “Daya Hidup Media Massa Di Era Disrupsi, Tata Kelola Seperti Apa Yang Dibutuhkan?” merupakan bagian dari  rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020.

“Bila tidak memperhatikan 3I, media massa tersebut tak akan maju, dan bahkan cenderung mati sendiri. Kita akan tertinggal kalau kita tidak melakukan invensi,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Dalam Forum Konvensi Nasional Media Massa (KNMM) itu, Menteri Kominfo berpesan agar pengelola media massa bersatu supaya memiliki kekuatan yang betul-betul utuh.

“Sebagai contoh, dalam penyedia kabel optik sebagai sarana dan prasarana komunikasi atau media digital masing-masing, semestinya penyedia sarana dan prasarana media digital bersatu sehingga bisa menjadi kekuatan yang dahsyat,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menkominfo mengingatkan dan sekaligus mengajak semua para insan pers agar memerangi berita-berita hoaks.

Tercatat, di Indonesia sendiri terdapat 73 sumber berita-berita hoaks yang harus kita lawan, karena bisa menyesatkan pemikiran yang akhirnya juga bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa .

“Karena berita hoaks tersebut hanya akan menghabiskan energi atau suatu hal yang sia-sia dalam membangun negara dan bangsa ini,” ajaknya.

Menkominfo Ingin Jadi Wartawan

Pada awak media Menteri Johnny Plate berkisah bahwa dirinya pernah ingin sekali  menjadi seorang wartawan. Keinginan itu, menurutnya, muncul dari rasa cintanya kepada dunia pers.

“Saya saking cinta ini pers, saya dulu ya memang bercita cita ingin menjadi  wartawan,” kenangnya.

Namun demikian, keinginan itu belum terwujud lantaran tidak memiliki keberanian untuk terjun ke dunia jurnalistik.

Bahkan, ia menyebut dirinya mengalami kekhawatiran tidak bisa lulus untuk menjadi wartawan di media yang diinginkannya.

“Menurut pandangan saya, seseorang wartawan dicitrakan sebagai orang hebat, sehingga menjadi wartawan bukan perkara gampang,” tutur Menteri Kominfo.

Berkaitan dengan kerja insan pers dan profesionalisme. Menteri Kominfo menyebut karakteristik pribadi seorang wartawan yang harus memiliki tiga hal, yaitu sintaksis, morfologi, dan semantik.

“Saya menyebutnya dengan singkatan (SMS) dan ini merupakan kekuatannya wartawan sehingga menghasilkan industri yang betapa hebatnya,” jelasnya.

Meskipun cita-citanya belum terwujud, Menteri Johnny memendam rasa kecintaannya terhadap dunia pers tidak pernah luntur hingga saat ini.

“Saya sampaikan menyapa Dirgahayu Pers Indonesia, Selamat Hari Pers Nasional kita,” ucapnya.

Beberapa tokoh nasional yang hadir dalam acara itu antara lain Staf Ahli Menteri Kominfo bidang Hukum Henri Subiakto, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Kominfo Widodo Muktiyo, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, serta pengusaha media, Chairul Tanjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Keterlibatan Pemerintah dalam Teror YouTuber Diragukan

7 Januari 2026 - 16:44 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Populer NASIONAL