Menu

Mode Gelap
Kapolri: 83 Persen Masyarakat Merasa Aman Berjalan Malam Hari Polisi Jagung Dipuji Presiden: Polri Produksi 3,57 Juta Ton Jagung Polri Catat Rekor: Sita 590 Ton Narkoba Senilai Rp1 Triliun Kapolri Pilih Mundur dan Jadi Petani daripada Polri di Bawah Menteri Tiga Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia ALTARA Sepatu Trail Running Siap Menjangkau Kebutuhan Pelari Trail Dan Pegiat Luar Ruangan

OTOMOTIF

Mengenang Sosok Winifred Wells Sang Legendaris ENGENANG SOSOK WINIFRED WELLS

badge-check


					Mengenang Sosok Winifred Wells Sang Legendaris ENGENANG SOSOK WINIFRED WELLS Perbesar

Inovatif. Pemberani. Sangat menginspirasi

INAnews.co.id, Jakarta – Karakteristik tersebut dan banyak hal serupa lainnya, hanyalah permulaan untuk menggambarkan perempuan luar biasa bernama Winifred ‘Winnie’ Wells. Kami mengenang dan memberikan penghormatan kepada sebuah perjalanan hidup mengagumkan yang dipenuhi petualangan, eksplorasi dan penemuan.


Lahir pada tahun 1928 di Austalia Barat, sejak kecil sudah terlihat bahwa Winnie berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia sangat tertarik dengan penjelajahan dan semangat berkelana yang tidak pernah terpuaskan, tak heran bagi mereka yang kenal baik dengan Winnie bahwa di usia 22 tahun, Winnie sudah mencatatkan dirinya di sejarah legenda sepeda motor Australia.

Ketika pertama kali Winnie memutuskan ingin belajar mengendarai sepeda motor, ia menghadapi tantangan keras dari teman-teman pria seusianya. Saat itu, bersepeda motor adalah milik dunia pria, dan banyak yang dengan cepat meremehkan perempuan muda yang ingin mencoba bergabung di klub mereka. Namun, Winnie tidak terpengaruh dan membuat rencana yang dapat membungkam para pengkritik – dengan melakukan serangkaian petualangan lintas benua yang epik, kegiatan yang tidak akan pernah diimpikan oleh kebanyakan teman-teman pria seusianya. Setelah menjadi pemilik baru yang bangga akan sepeda motor 350cc Royal Enfield Bullet, Winnie dengan ambisius menyatakan bahwa dia akan memulai perjalanan tiga minggu mengendarai sepeda motor dari  pesisir ke pesisir – melalui jantung Australia yang berbahaya – dari rumahnya di Perth ke Sydney, dan kemudian kembali lagi.

Tidak ada ‘kata-kata bijak’ atau keresahan dari teman-teman prianya yang bisa mencegahnya. Pada tanggal 26 Desember 1950; dilengkapi dengan satu set kantong pelana sederhana, koper yang diikat, dan memakai celana pendek, sepatu bot, jaket kulit dan topi wol tua – Winnie menyalakan Royal Enfield-nya dan memulai petualangan sepeda motor pertamanya menghadapi bahaya besar pedalaman selama puncak musim panas di Australia.
Pada saat itu, jalan raya di Australia sebagian besar belum berkembang dan Winnie sering mengalami bentangan panjang jalur semak terpencil yang diselingi dengan jalan kerikil yang berlubang. Permukaan jalan yang berbahaya dan tak terduga memunculkan rentetan tantangan yang terus menerus menguji tekad Winnie.

Memasuki hari kedua perjalanannya, Winne pun terjatuh dari sepeda motornya dengan
kecepatan tinggi karena kerikil bergelombang yang dihantamnya, membuatnya mengalami retak parah di bagian kepala. Bagi banyak orang, peristiwa seperti itu dapat mengakhiri perjalanan yang tentu dapat dimengerti – namun bagi Winnie, opsi tersebut tidak pernah dipertimbangkan. Ia pun mengabaikan permohonan dari pengendara yang prihatin dengan kondisinya dan memintanya untuk mencari bantuanmedis profesional dan pulang kembali ke Perth; Winnie tetap maju tanpa gentar – bahkan lebih bertekad dari sebelumnya.

Tantangan yang paling berbahaya yang perlu dilewati Winnie adalah melintasi daratan Nullabor, padang pasir yang terik sepanjang 1.609 km pada musim panas dengan suhu 40°C bahkan lebih.
Berjuang melawan segala rintangan, Winnie kemudian berhasil sampai di Adelaide, Australia Selatan padaTahun Baru dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Sydney, setengah dari perjalanan total pada tanggal  5 Januari. Setelah satu hari beristirahat penuh, termasuk tur keliling ke tempat-tempat wisata kota, Winnie berbalik arah dan mengatur kembali perjalanannya melewati hutan belantara. Lebih dari seminggu kemudian, pada tanggal 16 Januari 1951, Winnie tiba kembali di rumahnya di Perth.

Dia menyelesaikan perjalanan yang luar biasa, sejauh 8.858 km hanya dalam 15 hari berkendara secara aktual, memberinya rata-rata jarak tempuh 589 km per hari yang menakjubkan.
Bagi Winnie, pengalaman petualangan pertama ini semakin memicu semangat untuk eksplorasi lebih lanjut. Winnie segera menetapkan fokusnya pada petualangan yang lebih luar biasa: mengelilingi seluruh benua Australia. Kali ini Winnie ditemani oleh sang ayah, George, yang mengendarai sepeda motor Royal Enfield Bullet, sementara Winnie menikmati sepeda motor barunya. Pada tanggal 23 September 1952, keduanya kembali meninggalkan Perth menuju utara, sebuah bab baru cerita yang dipenuhi kejadian dan peristiwa telah dimulai.

Semua berjalan dengan baik hingga keduanya sampai di Pardoo Sands yang terkenal berbahaya, sebuah hamparan pasir dengan kedalaman 161 km yang merupakan tantangan yang sangat melelahkan tanpa adanya jalan potong. Setelah letih melewati badai debu selama sehari, seorang warga lokal menghadang George dan dengan keras menegornya betapa tidak bertanggungjawabnya ia mempertaruhkan nyawa putrinya dalam kondisi seperti itu. Dengan terkejut, George pun sedikit kesulitan meyakinkan sang
pencela bahwa perjalanan ini sepenuhnya adalah ekspedisi putrinya; dan ia hanyalah rekan berkendara yang biasa saja.

Setelah melewati bagian tersulit dari perjalanan dan melewati kondisi paling sulit yang mungkin bisa dihadapi di wilayah utara, keduanya kemudian sampai di Cairns, Queensland Utara pada 24 Oktober, kemudian melanjutkan perjalanan ke Brisbane yang dicapai pada 3 November. Dari situ, kondisi menuju selatan membaik dan Winnie pun bisa menikmati sedikit ‘kemewahan’ dari pacu lurus dan halus, yang sering dilewati dengan kedua kaki di atas tangki bensin dengan kecepatan tinggi. Mereka sampai di Sydney pada tanggal 7 November dan akhirnya tiba kembali di Perth pada tanggal 26 November. Dalam perjalanan yang luar biasa ini, Winnie dan George telah menempuh jarak hampir 16.093 km dengan total 65 hari perjalanan.

Kehidupan Winnie setelah dua petualangan yang luar biasa di Australia ini kemudian terus diwarnai olehdorongan konstan untuk mendobrak batasan dan mencoba yang baru. Winnie kemudian beradu dalam lomba balap mobil, ia mulai terbang – meraih lisensi pilot komersial – dan menjadi navigator untuk salah satu pemenang kompetisi udara Australia.

Winifred Wells yang penuh dengan enigma, wafat pada tanggal 1 Februari 2020 di usia 92 tahun.
Eksploitasi sepeda motor yang memelopori, berani dan teguh adalah tanda-tanda sebuah legenda sejati.Tidak dapat disangkal bahwa Winnie seorang bintang yang akan terus menginspirasi banyak orang untuk dekade-dekade mendatang.
Vimal Sumbly, Head Business (APAC) berkata, “Bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kami sampaikan kepada keluarga Winnie. Prestasi yang diraihnya pada usia 22 tahun patut dipuji dan sangat menginspirasi. Sungguh merupakan sebuah keputusan yang berani dan luar biasa untuk menempuh jarak lebih dari 8.851  km hanya dalam 21 hari meskipun melewati berbagai tantangan yang dihadapi.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Gebrakan Awal Tahun 2026, Royal Alloy Luncurkan Scooter Matic Classic 250cc Sebagai Scooter Premium

20 Januari 2026 - 19:57 WIB

PT Altama Surya Anugerah Berikan Perlindungan Hukum Merek Tekiro, Konsumen Jangan Terkecoh Nama Merek Mirip Tekiro

28 Desember 2025 - 18:46 WIB

Jangan Terkecoh Harga Murah, Hati Hati Banyak Beredar Busi NGK Palsu

18 Desember 2025 - 19:13 WIB

Populer OTOMOTIF