INAnews.co.id Bitung– Terkait beredarnya video dari Wali Kota Bitung, Max J Lomban dimana video itu diunggah disalah satu media saat pelaksanaan Hari Pangan Sedunia.
Video tersebut terjadi pada tanggal 19 Oktober 2019 di Pasar Pinasungkulan-Sagerat dan ternyata yang beredar di masyarakat video tersebut berdurasi tidak utuh.
Serta video tersebut beredar luas di dunia maya, atas kejadian itu Kabag Protokol dan Komunikasi, Albert Sergius menanggapinya pada Senin 2 maret 2020.
Sergius mengatakan , “video yang beredar itu sebelumnya berdurasi 9:44 menit, namun diedit menjadi 1:25 detik dan sekarang telah beredar luas didunia maya, ” kata Sergius.
“Pak Wali Kota tidak melecehkan profesi tukang ojek, namun malah sebaliknya memberikan motivasi agar para petani melakukan regenerasi, sehingga para anak muda bisa meneruskan pekerjaan orang tua sebagai petani, Pak Wali Kota tidak sama sekali melakukan pelecehan terhadap tukang ojek, mari pahami konteks utuh dari video yang beredar,”ujar Sergius.
Lanjutnya juga, saat itu Walikota Bitung mengajak keterlibatan petani milenial dan mengajak kepada orang tua (para petani tua : Red) yang hadir untuk menularkan atau mengajarkan budaya bertani kepada para anak muda.
“Sehingga dapat lahir petani-petani milenial yang dapat meningkatkan pertanian dan tidak memilih menjadi ojek dalam usia muda, ” tambah Sergius.
Mantan Kabag Humas ini menjelaskan, tidak ada sama sekali merendahkan tukang ojek, karena yang dimaksudkan pengangguran tidak tetap, karena selain tukang ojek, pasti ada pekerjaan lain yang ditekuni, atau kerja sampingan.
“Kami minta warga Kota Bitung bisa memahami hal ini, dan tidak terpancing dengan isu yang sengaja dilemparkan untuk menjatuhkan kinerja Pak Wali Kota, dan anehnya lagi video tersebut sudah beredar sejak Bulan Oktober 2019 dan baru sekarang ini di viralkan,” tutur Sergius.
Secara terpisah, Petani Milenial Kota Bitung, Hendry Roy Somba, selaku koordinator pelaksanaan Hari Pangan Sedunia tanggal 19 Oktober 2019 lalu, di pasar Pinasungkulan Sagerat, menyesalkan beredarnya video tersebut.
“Itu kegiatan Hari Pangan Sedunia, dan pak Wali Kota intinya mengajak tukang ojek agar lebih baik menjadi petani, karena hasil pangan dibutuhkan manusia setiap hari,” ujar Somba.
Dikanjutkan juga jika pemikiran bertani juga menjadi peluang yang terbuka lebar, apalagi untuk generasi milenial yang bisa majukan pertanian dengan teknologi.
” Tidak ada pelecehan atau menyepelekan profesi tukang ojek saat itu,” ungkap Somba.






