INAnews.co.id, Mataram – Terkait rencana dibukanya Lombok Epucentrum Mall menjelang puasa yakni pada 22 April 2020 mendatang mendapat respon dari ketua Fraksi Grindra DPRD NTB Nauvar F Farinduan.
“Bisa kita fahami tentu dengan tidak beroperasinya LEM banyak tenaga kerja yang akan dirumahkan, sehingga arus lalu lintas ekonomi akan berhenti dan berimplikasi terhadap permasalahan sosial lainnya,” ujar Farin.
Lebih lanjut, Ketua Fraksi Grindra DPRD NTB itu juga mengatakan bahwa seharusnya pemerintah bisa tegas dalam mengukur potensi dampak pembukaan Mall tersebut.
“Kalau memang seandainya proses bisnis, khususnya di Lombok Epicentrum Mall beroperasi pertanyaannya kemudian adakah jaminan dalam menghambat penyebaran potensi penularan virus corona saat sirkulasi bisnis di LEM itu berjalan,” tandasnya.
Sementara itu, Farin juga menegaskan jangan sampai ada ketidak seimbangan antara sektor dagang dengan sektor keagamaan.
“Pastinya kontak yang rentan penyebaran Covid-19 ini paling rentan di mall karena kita tidak tau asal usul peunjungnya nanti,” tambahnya.
Nauvar F. Farinduan juga menambahkan bahwa “Jika yang melayani kebutuhan primer seperti apotik, supermarket atau ATM center saya rasa wajar kalo diperbolehkan beroperasi dalan kondisi ini, sementara yang sifatnya sekunder atau tertier lebih baik jangan dulu,” tambahnya.
“Kuncinya adalah edukasi positif bagi masyarakat oleh pemerintah, kalau masyarakat benar benar faham atas kondisi dan cobaan yang sedang dijalani saat ini, saya yakin tidak akan ada yang memiliki rasa keberatan,” tutupnya.






