Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

UPDATE NEWS

Epicentrum Mall Dibuka, Dewan Pertanyakan Jaminan Dalam Menghambat Penyebaran Covid-19

badge-check


					Epicentrum Mall Dibuka, Dewan Pertanyakan Jaminan Dalam Menghambat Penyebaran Covid-19 Perbesar

INAnews.co.id, Mataram – Terkait rencana dibukanya Lombok Epucentrum Mall menjelang puasa yakni pada 22 April 2020 mendatang mendapat respon dari ketua Fraksi Grindra DPRD NTB Nauvar F Farinduan.

“Bisa kita fahami tentu dengan tidak beroperasinya LEM banyak tenaga kerja yang akan dirumahkan, sehingga arus lalu lintas ekonomi akan berhenti dan berimplikasi terhadap permasalahan sosial lainnya,” ujar Farin.

Lebih lanjut, Ketua Fraksi Grindra DPRD NTB itu juga mengatakan bahwa seharusnya pemerintah bisa tegas dalam mengukur potensi dampak pembukaan Mall tersebut.

“Kalau memang seandainya proses bisnis, khususnya di Lombok Epicentrum Mall beroperasi pertanyaannya kemudian adakah jaminan dalam menghambat penyebaran potensi penularan virus corona saat sirkulasi bisnis di LEM itu berjalan,” tandasnya.

Sementara itu, Farin juga menegaskan jangan sampai ada ketidak seimbangan antara sektor dagang dengan sektor keagamaan.

“Pastinya kontak yang rentan penyebaran Covid-19 ini paling rentan di mall karena kita tidak tau asal usul peunjungnya nanti,” tambahnya.

Nauvar F. Farinduan juga menambahkan bahwa “Jika yang melayani kebutuhan primer seperti apotik, supermarket atau ATM center saya rasa wajar kalo diperbolehkan beroperasi dalan kondisi ini, sementara yang sifatnya sekunder atau tertier lebih baik jangan dulu,” tambahnya.

“Kuncinya adalah edukasi positif bagi masyarakat oleh pemerintah, kalau masyarakat benar benar faham atas kondisi dan cobaan yang sedang dijalani saat ini, saya yakin tidak akan ada yang memiliki rasa keberatan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

Kawasan Strategis Di Jadikan Tempat Bongkar Muat BBM Yang Diduga Ilegal, Klarifikasi Dir Polairud Dinilai Tutupi Fakta

13 Februari 2026 - 14:19 WIB

Inilah Program Unggulan yang akan tayang tvOne di Bulan Ramadan dan Lebaran 1447 H

13 Februari 2026 - 00:19 WIB

Populer HIBURAN