INAnews.co.id , Jakarta – Wabah virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia ternyata berdampak pada ekonomi.
Dampak ekonomi ternyata lebih banyak pada masyarakat yang berpenghasilan rendah atau kelas bawah.
Food And Agriculture Organisation (FAO) bahkan memprediksi kurang lebih 13 lusin negara akan mengalami krisis pangan selama masa pendemik dari virus Covid 19 ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh Praktisi Hukum , Dolfie Rompas , dimana Dia sampaikan agar Pemerintah harus mengambil langkah cepat dalam mengatasi dampak ekonomi akibat wabah Covid 19 ini, yang terpenting adalah dalam menghadapi krisis pangan yang akan melanda dunia pasca wabah virus Corona.
“Saya optimis Indonesia akan mampu menghadapi krisis pangan nanti, karena kita memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang cukup luas. Kita harus bersyukur karena Tuhan Menganugerahkan Tanah yang subur di Bumi Pertiwi Indonesia yang kita tempati,” kata Dolfie Rompas kepada Redaksi pada Selasa, 28 April 2020.
Menurut Dolfie , pemerintah dapat membuat kebijakan dengan memerintahkan prajurit TNI – Polri yang memiliki fisik yang baik untuk membantu para petani untuk menanam tanaman pangan di mana-mana di seluruh Indonesia.
“Kalau perlu, lahan-lahan yang masih kosong yang belum dikelola, baik milik swasta maupun milik negara dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pangan kita ke depan,” ungkap Dolfie.
Dolfie juga harapkan selain Pemerintah, TNI dan Polri masyarakat juga harus turut serta berjuang bersama , agar krisis pangan ini tidak berkepanjangan.
“Saat ini, kita harus bersatu padu untuk mengatasi masalah bangsa. Kita harus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar bangsa kita bisa melewati wabah Corona dan ancaman krisis pangan,” tutupnya






