Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Hindari Episentrum Baru, Mendag Terapkan SOP Protokol Kesehatan Pasar Rakyat dan Ritel Modern

badge-check


					Hindari Episentrum Baru, Mendag Terapkan SOP Protokol Kesehatan Pasar Rakyat dan Ritel Modern Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta-Untuk menghindari episentrum COVID-19 baru di pasar, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta seluruh pengelola pasar rakyat dan ritel modern menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) Protokol Kesehatan. Imbauan ini juga ditekankan kepada seluruh pedagang dan konsumen yang berbelanja secara langsung ke dalam pasar.

“Saya meminta seluruh pengelola pasar rakyat dan ritel modern, para pedagang pasar, dan pembeli untuk mematuhi ketentuan pemerintah, protokol dan SOP kesehatan yang telah ditetapkan.

Pasar rakyat dan ritel modern harus tetap beroperasi agar kegiatan ekonomi rakyat tetap berjalan. Namun, semua pihak harus tetap mengedepankan dan menerapkan secara disiplin protokol kesehatan dengan baik,” tegas Menteri Agus Suparmanto saat menjadi narasumber pada konferensi pers Gugus Tugas COVID-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis (14/05/20).

Kementerian Perdagangan telah menetapkan SOP PROTOKOL KESEHATAN untuk Pasar Rakyat dan Ritel Modern yang mencakup ruang dagang atau lokasi berjualan, pengelola pasar, pedagang dan pembeli.

Seluruh pihak yang berkegiatan di pasar dan ritel modern harus memahami SOP Protokol Kesehatan ini dan menerapkannya.

“Segera pahami dan pasang SOP di semua lokasi pasar dan ritel modern, agar kita semua bisa terhindar dari penyebaran virus corona lebih luas dan bisa melawan virus tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Mendag Agus meminta para kepala daerah berkoordinasi dengan BNPB melalui satuan gugus COVID-19 setempat untuk menyediakan alat test bagi para pedagang.

Dalam kesempatan terpisah, Mendag Agus menyinggung ketersediaan stok dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok jelang Lebaran. Menurutnya, berdasarkan pemantauan dalam Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, stok barang kebutuhan pokok (bapok) saat ini dan sampai menjelang Lebaran cukup dengan harga yang terjangkau. Masyarakat tidak rush dalam berbelanja dan inflasi cukup terjaga.

Harga rata-rata komoditas bapok yang stabil per 13 Mei 2020, antara lain beras, minyak goreng, daging sapi, cabe merah keriting, dan cabe merah besar.

Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan di atas 5% adalah cabe rawit merah dan bawang putih. Komoditas yang mengalami kenaikan harga di atas 5% adalah bawang merah. Khusus untuk gula pasir, sudah mengalami penurunan sebesar 8,06% dibandingkan bulan lalu.

“Saya berpesan agar masyarakat tetap jangan panik berbelanja (panic buying). Berbelanjalah seperlunya karena saya menjamin seluruh barang kebutuhan pokok tersedia dengan jumlah yang cukup dan harga yang terjangkau,” imbau Menteri Agus Suparmanto.

Untuk mensosialisasikan SOP Protokol Kesehatan di Pasar Rakyat dan Ritel Modern, Kementerian Perdagangan akan mensosialisasikannya secara luas melalui berbagai saluran media termasuk media sosial.

Berikut ini panduan SOP Protokol Kesehatan untuk Pasar Rakyat dan Ritel Modern.

1) SOP untuk Ruang Dagang/ Lokasi Berjualan

Ruang dagang sudah dalam keadaan bersih (sudah didisinfektan) sebelum pasar beroperasi dan setelah pasar selesai beroperasi, serta area penjualan antar pedagang sudah diatur yaitu berjarak 1,5 meter, ruangan tidak boleh lembab dan gelap.

2) SOP untuk Pengelola Pasar Rakyat

• Pengelola pasar harus menyiapkan dan memastikan seluruh pedagang menggunakan masker dan sarung tangan selama beraktivitas, serta memastikan seluruh pengelola, pedagang, dan organ pendukungnya negatif COVID-19 berdasarkan hasil tes PCR/Rapid Test yang difasilitasi Pemerintah Daerah setempat.

• Selain itu, pengelola pasar wajib melakukan pengukuran suhu tubuh kepada seluruh pedagang dan pembeli sebelum dibukanya pasar, serta pengukuran suhu tubuh pembeli. Apabila suhu diatas 37? C, pengelola wajib melarang orang tersebut untuk masuk/beraktivitas di lingkungan Pasar Rakyat dan ritel modern.

• Pengelola pasar menerapkan pembatasan jumlah pengunjung paling banyak 30% dari kunjungan pada saat kondisi normal dengan menerapkan pintu masuk dan pintu keluar yang diatur atau dikontrol secara ketat oleh pengelola pasar.

• Menyediakan tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer di beberapa lokasi di Pasar Rakyat, mengatur waktu operasional dan tempat pedagang dengan physical distancing atau pembatasan jarak 1,5 meter antar pedagang.

• Memberikan teguran/sanksi kepada pedagang yang tidak menggunakan masker dan sarung tangan.

• Memberikan teguran/sanksi kepada pedagang yang tidak membersihkan los/kiosnya sesudah berdagang

• Mengatur waktu pemasukkan dan pengeluaran barang dagangan dari dan ke Pasar Rakyat oleh Pemasok.

• Mengoptimalkan ruang berjualan di tempat terbuka (outdoor) seperti tempat parkir dan sebagainya dengan mengatur physical distancing (jarak antar pedagang 2 meter).

3) SOP untuk Pedagang Pasar Rakyat

• Sebelum dan sesudah berdagang, seluruh pedagang wajib membersihkan alat dan los/kios untuk berjualan, serta mengukur suhu tubuh pedagang sebelum masuk ke arena Pasar Rakyat.

• Pedagang juga wajib menggunakan masker dan sarung tangan selama beraktivitas di pasar, mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun. Barang dagangan juga harus bersih dan hieginis.

• Menjaga kebersihan di seluruh lingkungan pasar. Menghindari kontak langsung (bersentuhan dengan tangan) dengan pembeli atau pedagang lainnya.

4) SOP untuk Pembeli Pasar Rakyat

• Kenali kondisi pasar yang akan didatangi apakah masuk kedalam zona merah atau tidak .

• Menggunakan masker dan sarung tangan selama beraktivitas di arena Pasar Rakyat.

• Mencuci tangan dengan sabun dan mengukur suhu tubuh sebelum masuk ke arena Pasar Rakyat.

• Hindari pembayaran menggunakan uang tunai di ritel modern, kecuali di Pasar Rakyat.

• Membawa tas belanja sendiri.

• Menggunakan waktu seefisien mungkin.

• Menyiapkan uang pas sehingga tidak perlu ada uang kembalian.

• Disiplin menerapkan physical distancing, di antara pedagang, antara pedagang dengan pembeli, maupun dengan yang lain.

• Dianjurkan untuk bertransaksi di los/kios yang tidak terlalu padat ( ≤ 5 orang).

• Hindari pedagang yang tidak mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

• Memilih jam berbelanja yang tidak padat/sibuk.

 

Sumber : Pusat Humas Kemendag

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI