Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Kemendag Terus Kawal OP Gula serta Pantau Harga dan Stok Bapok di Banten

badge-check


					Kemendag Terus Kawal OP Gula serta Pantau Harga dan Stok Bapok di Banten Perbesar

INAnews.co.id, Banten – Kementerian Perdagangan terus berupaya mewujudkan kestabilan harga barang kebutuhan pokok (bapok) saat Lebaran di daerah zona merah pandemi COVID-19, termasuk di Provinsi Banten.

Hal tersebut ditegaskan Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina saat memantau langsung pelaksanaan operasi pasar (OP) gula oleh Perum Bulog serta kondisi stok dan harga bapok dan di Pasar Rau, Senin (18/5/20) di Serang, Banten.

“Kondisi harga bapok di Pasar Rau secara umum terpantau stabil. Adapun OP gula oleh Perum Bulog langsung kepada para pedagang gula diharapkan dapat segera memotong mata rantai sehingga harga gula segera dapat mencapai harga acuan Rp12.500/kg,” ungkap Srie

Pada hari itu juga  (18/5/20), di Pasar Rau, Bulog memasok sekitar 1,4 ton gula kepada tujuh pedagang gula yang masingmasing mendapatkan sekitar 200 kg gula untuk dijual dengan harga sesuai harga acuan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.500/kg.

Selain Pasar Rau, secara bertahap Bulog juga akan memasok gula ke tiga pasar lainnya di Banten, yaitu Pasar Lama, Pasar Kranggot, dan Pasar Petir.

Srie menjelaskan, Bulog bersama beberapa BUMN dan produsen lain yang mendapatkan penugasan dari pemerintah sudah seharusnya dapat melakukan stabilisasi harga.

Mekanisme OP kepada para pedagang ini diharapkan dapat mempercepat penurunan harga gula sehingga saat Lebaran 1441 H, harga gula sudah kembali normal.

Kemendag mengapresiasi kerja cepat Bulog yang telah melakukan OP di seluruh Indonesia, serta tentunya berbagai upaya sama yang dilakukan produsen-produsen lainnya.

Adapun kondisi harga bapok di Provinsi Banten terpantau stabil, antara lain beras medium Rp10.000/kg, daging sapi Rp119.000/kg, telur Rp24.000/kg, daging ayam Rp34.000/kg, cabe merah Rp28.000/kg, bawang putih Rp31.200/kg, dan minyak goreng Rp10.800/liter.

Gula pasir terpantau sudah menurun dari sebelumbya Rp19.000/kg menadi Rp16.500/kg dan diharapkan terus turun menjadi Rp12.500/kg. Sementara harga bawang merah terpantau tinggi seharga Rp51.000/kg dibandingkan harga acuannya seharga Rp32.000/kg.

“Tugas utama Kemendag pada pandemi ini ialah memastikan produsen, pedagang, dan konsumen mengalami dampak seminimal mungkin dari pandemi ini, terutama jelang Lebaran 1441 H sehingga perlu antisipasi atas terjadinya kelangkaan barang atau kenaikan harga bapok. Kami terus berusaha untuk dapat memberikan fasilitasi dan dukungan kepada seluruh pihak agar kondisi yang sulit ini dapat dihadapi bersama,” pungkas Srie

 

Sumber : Humas Kemendag

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI