INAnews.co.id, Jakarta – Jumlah bantuan sosial atau bansos bertambah sangat signifikan seiring dengan pandemi wabah virus corona atau Covid-19. Bansos diberikan sebagai langkah mengurangi dampak ekonomi dari virus tersebut, apalagi dengan pemberlakukan pembatasan aktivitas, Beberapa wilayah menanggapi banyaknya pembagian bansos tak merata pembagian ke masyarakat.
Persoalan bantuan sembako yang tidak merata di tepis Adi Wahyono Selaku Direktur PLH Bencana Kementerian Sosial Mengatakan, Dengan itu saya mendorong pada Rt Rw untuk mengajukan ulang, Untuk Menyisir kembali kepada warganya yang belum dapat bantuan sembako. Pertama, masih ada kouta sekitar 70 ribuan yang belum ada namanya, tolong diajukan saja, jadi tidak ada masalah, kita kan prinsip gotong royong, Jakarta, 11/05/2020.
Adi Wahyono juga menambahkan, Sebetulnya masalah pembagian sembako tak merrata ini, Tiap tiap daerah hanya tidak bisa mempetakan siapa orang yang bener bener membutuhkan sembako, Ini hanya persoalan data saja yang menjadi problem dan Semua urusanya ada di Rt Rw,”Tegas adi.
“Saat PSBB di berlakukan, Untuk orang kos atau pengontrak berdomisili di jakarta juga bisa dapat bantuan tanpa melihat KTP atau Kartu Keluarga (KK), Caranya dia harus mengajukan ke Rt Rw, Gubernur DKI juga mengatakan tak melihat KTP dki atau engga, kalo memang membutuhkan ya kita bantu, Yang kita urus itu penduduk bener tak mampu bukan lihat KTP. Bahkan saat berkunjung ke depok tepatnya di tanah baru dan sekitar juanda, ada salah satu warga yang me whatsapp langsung ke saya dengan meminta bantuan sembako, ya malah saya anter sendiri sembako ke tempatnya, “Tutupnya.






