Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Tokopedia Bersama Kemenparekraf dan Kemenperin RI Dukung Industri Fesyen Muslim

badge-check


					Tokopedia Bersama Kemenparekraf dan Kemenperin RI Dukung Industri Fesyen Muslim Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta- Industri fesyen muslim di Indonesia terus berkembang. Menurut The State Global Islamic Economy Report tahun 2019-2020, Indonesia menduduki peringkat ke-tiga sebagai negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab dan Turki. Hal ini menjadi peluang bagi UMKM sektor fesyen muslim tanah air, bahkan di tengah pandemi.

Melihat kesempatan ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI), Tokopedia, serta para pelaku industri fesyen muslim lokal, menginisiasi kampanye #RamadanBanggaLokal, upaya bersama untuk memajukan industri sekaligus membantu menggerakkan roda perekonomian syariah di tengah pandemi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Wishnutama Kusubandio, mengatakan, “Produk lokal, salah satunya fesyen muslim, merupakan contoh produk ekonomi kreatif yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi.

Dengan menyatukan semangat antara pemerintah dan pelaku industri melalui kampanye #RamadanBanggaLokal, kita bisa mendukung tumbuh kembang para pegiat UMKM di industri fesyen muslim sekaligus meningkatkan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap produk fesyen muslim lokal.”

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan, “Kinerja ekspor industri pakaian jadi sepanjang 2019 mencapai US$8,3 M dan pada Januari-Februari 2020, ekspor industri pakaian jadi menembus US$1,38 M. Melihat potensi yang sangat besar tersebut, kampanye #RamadanBanggaLokal pun diluncurkan.

Kampanye ini adalah upaya bersama untuk memajukan industri pakaian secara daring, dalam kesempatan ini fesyen muslim,  sekaligus menjaga perputaran roda ekonomi syariah selama pandemi.”

Melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi Indonesia seperti Tokopedia, para pengusaha fesyen muslim lokal dapat memanfaatkan platform marketplace untuk menjual produk fesyen muslim secara daring, mulai dari pakaian muslim hingga perlengkapan ibadah.

#RamadanBanggaLokal
Kampanye nasional #RamadanBanggaLokal, yang diadakan pada 13-17 Mei 2020 di Tokopedia, akan melibatkan sejumlah pelaku industri fesyen muslim lokal, termasuk Aleza, Nadjani, Kami, Ghaisani, Irsalina, Buttonscarves, RA Hijab, Duha Muslimwear, Ederra dan masih banyak lainnya.

CEO dan Founder Tokopedia, William Tanuwijaya, menyatakan, “#RamadanBanggaLokal berangkat dari semangat #JagaEkonomiIndonesia, inisiatif kami bersama para mitra strategis dalam menjaga perputaran ekonomi Indonesia di tengah pandemi ini.

Kolaborasi antara Tokopedia dengan Kemenparekraf, Kemenperin dan pelaku industri fesyen muslim lokal ini adalah upaya bersama dalam memastikan pertumbuhan industri fesyen muslim tetap terjaga dengan memungkinkan para pebisnis lokal dapat terus berbisnis daring lewat Tokopedia.”

Demi mendukung kampanye #RamadanBanggaLokal, Tokopedia membantu pebisnis fesyen muslim lokal dengan memberikan pendampingan, akses dan edukasi yang dibutuhkan termasuk peningkatan kualitas produksi hingga pemasaran, serta penyediaan fitur-fitur yang dapat membantu penjual menjangkau lebih banyak pembeli melalui Tokopedia.

Sebagai Pendiri Ederra, Indah Ederra, merupakan salah satu dari banyak pebisnis fesyen muslim lokal yang memilih memaksimalkan bisnis daringnya lewat Tokopedia sejak pandemi.

“Kami sangat menghargai inisiatif pemerintah dan Tokopedia dalam membantu pebisnis fesyen muslim lokal tetap beroperasi di tengah pandemi melalui kampanye #RamadanBanggaLokal.

Berawal dari hitungan puluhan produk, kini Ederra dapat menjual ribuan produk fesyen muslim lewat Tokopedia sekaligus membangun komunitas untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Kami berharap kolaborasi ini dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk terus mendukung keberlangsungan industri fesyen muslim, salah satunya dengan membeli produk-produk yang dihasilkan oleh kreator lokal,” ungkap Indah.

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri ZytaDelia, Zyta Delia, juga merasakan manfaat dari penjualan daring. “Pandemi ini menyebabkan penjualan kami menurun sebesar 40%.

Di tengah upaya memastikan lapangan pekerjaan di ZytaDelia tetap terjaga, saya akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bergabung menjadi Official Store di Tokopedia.

Semenjak itu, omzet kami dapat kembali stabil secara perlahan dan hal  ini menjadi titik terang untuk usaha juga pegawai kami.”

Zyta melanjutkan, “Kami sangat menghargai upaya pemerintah bersama Tokopedia dalam membantu pebisnis fesyen muslim lokal, seperti Zyta Delia dan kreator lainnya, menjaga kelangsungan bisnis di tengah pandemi melalui pemanfaatan teknologi.”

Masyarakat juga dapat menemukan berbagai kurasi produk fesyen muslim, inspirasi kisah desainer atau UMKM binaan fesyen muslim, serta informasi lebih lanjut terkait kampanye #RamadanBanggaLokal melalui halaman khusus di Tokopedia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI