INAnews.co.id, Jakarta – Badan Komunikasi Desa se Indonesia (BKNDI) lakukan Sosalisasi Program Bantuan Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Tenaga kerja RI.
Sosialisasi bantuan BLK tahun anggaran 2020 tersebut dilakukan oleh pengurus BKNDI di kantor DPN di Graha Tanjung Bunga Internasional,Jakarta Timur pada 3 juni 2020.
Menurut keterangan Ketua Umum BKNDI , Isra A Sanaky SHi, selain sosialisasi, BKNDI juga melakukan penyusunan proposal yang disusun oleh Konsultan DPN BKNDI bersama Yayasan dan Lembaga pendidikan Agama se Indonesia.
“Sosialisasi dan penyusunan proposal ini dilakukan mulai dari 3-25 Juni 2020, tujuannya agar hasilnya tepat sasaran dan sesuai,” ujar Isra kepada INAnews pada 3 juni 2020.
Ditambahkannya selama ini lembaga atau yayasan pendidikan di daerah khususnya masih belum ada yang paham mekanisme penyampaian proposal untuk membuat balai latihan kerja tersebut dan program seperti apa yang akan dilakukan dalam pelaksanaan BLK.
“Melalui BKNDI dan Konsultan yang ada di organisasi ini, nantinya kami akan menjadi pendamping sekaligus bisa jadi sebagai pengawasan kegiatannya sampai pelaksanaannya, jadi Kementrian Tenaga Kerja mengucurkan dana tepat sasaran dan sesuai dengan aturan,” jelas Isra.

Kesepakatan kerjasama pendampingan antara DPN BKNDI dan Yayasan Mufakat Al Banna Indonesia pada 3 juni 2020 di Jakarta.
Dalam sosialisasi pertama tanggal 3 juni 2020, BKNDI juga melakukan MOU dengan Yayasan Mufakat Al Banna Indonesia. Dalam kesepakatan kali ini pihak Yayasan Mufakat Al Banna Indonesia sebagai penyelenggara BLK untuk anak didiknya akan didampingi konsultan BKNDI dalam penyelenggaraan BLK dilingkungan pendidikan.
Ketua umum Yayasan Mufakat Al Banna Indonesia , Ilyas mengatakan jika program BLK yang sudah diajukan adalah pelatihan komputer dan multimedia serta pendidikan pendamping lainnya.
“Kami juga berterima kasih dengan BKNDI , sebab dengan adanya konsultan pendamping dalam hal pelaksanaannya program BLK bisa diselesaikan infrastrukturnya dan pelaksanaan juga sesuai aturan dan tepat sasaran untuk anak didik di yayasan,” tutup Ilyas.






