Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Di Tengah Pandemi Covid-19, Pendapatan IPC Terjaga di Angka Rp3,5 Triliun

badge-check


					Di Tengah Pandemi Covid-19, Pendapatan IPC Terjaga di Angka Rp3,5 Triliun Perbesar

Inanews.co.id, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC membukukan pendapatan sebesar Rp3,5 triliun selama periode Januari-April 2020. Dengan capaian ini, IPC optimistis pendapatan usaha perseroan terjaga, meskipun kondisi perekonomian global terdampak pandemi virus Covid-19.

“Memang trafik peti kemas pada periode Januari hingga April 2020 turun 4,8 persen. Namun pendapatan perseroan masih terjaga. Salah satu penopangnya adalah tumbuhnya kinerja beberapa anak perusahaan,” kata Direktur Utama IPC, Arif Suhartono, di Jakarta, beberapa hari lalu.

Arif mencontohkan kinerja PT Jasa Armada Indonesia (JAI), anak perusahaan IPC yang mampu tumbuh signifikan. Pada kuartal pertama, pendapatan usaha JAI naik 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019, dari Rp154 miliar menjadi Rp184 miliar. Menurututnya, jauh-jauh hari IPC terus berupaya meminimalisir kerugian dari dampak pandemi ini.

“Salah satu antisipasi yang kami lakukan adalah mengatur penugasan yang efektif di seluruh terminal, sehingga semua kapal yang bersandar terlayani sesuai jadwal kedatangan. Sejak awal virus Corona merebak, IPC tetap beroperasi dan memastikan semua aktivitas kapal barang di pelabuhan terlayani,” jelas Arif.

Sejauh ini, kata Arif, IPC belum berencana merevisi target pendapatan tahun 2020. Perseroan masih melihat situasi hingga akhir Juni untuk merevisi target-target tahun 2020.

Pada tahun 2019, IPC mencatat pendapatan usaha sebesar Rp11,14 Triliun, dengan laba bersih sebesar Rp2,50 triliun. Dengan mulai bergeraknya perekonomian di beberapa negara, seperti China, IPC berharap kinerja perseroan terus terjaga. Selama periode Januari-April 2020, arus peti kemas Tanjung Priok tercatat sebesar 2,12 juta TEUs.

“Kita harapkan di era normal baru ini pandemi Covid-19 bisa dikendalikan sehingga perkonomian global bergerak, dan arus peti kemas bisa meningkat hingga kuartal keempat tahun 2020,” kata Arif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI