INAnews.co.id, Jakarta- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim berharap lima tahun mendatang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) banyak diminati oleh masyarakat.
Untuk itu ribuan kepala dan guru SMK diimbau agar segera mempersiapkan diri dalam meningkatkan ‘pernikahan’ dengan dunia usaha dan dunia industri.
“Jadi penting sekali Kepala, Guru, Instruktur SMK terbuka pada perubahan, dan melihat peluang perubahan,” imbuhnya.
Ke depan, harap Mendikbud, pendidikan vokasi Indonesia menjadi center of excellence di dunia yang kualitas lulusannya tidak lagi diragukan.
Untuk mewujudkan hal ini, Ditjen Pendidikan Vokasi memiliki paket pernikahan massal yang harus diterapkan oleh seluruh SMK.
Paket Pertama, Kurikulum disusun bersama industri di mana materi pelatihan dan sertifikasi di industri masuk resmi ke dalam kurikulum di sekolah.
Kelima, program beasiswa dan ikatan dinas bagi siswa.
Selanjutnya Keenam, jembatan program di mana pihak industri memperkenalkan teknologi dan proses kerja industri yang diperlukan kepada para guru, sertifikasi kompetensi bagi lulusan diberikan oleh pihak industri.
Kesembilan, berbagai kegiatan atau program ‘pernikahan’ lainnya.
Selain Mendikbud dan Dirjen Pendidikan Vokasi, turut hadir menjadi narasumber utama pada lokakarya ini, yaitu Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikbud, M. Bakrun; pakar Manajemen Perubahan/Founder Rumah Perubahan, Rhenald Kasali; Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Antonius J Supit; Pemimpin Redaksi Koran TEMPO, Budi Setyarso; dan Kepala SMK Negeri 1 Batam, Lea Suroso.






