Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

SOSDIKBUD

Kemendikbud Imbau Kepala Sekolah dan Guru SMK Persiapkan Diri, Tingkatkan Kerja Sama dengan DUDI

badge-check


					Kemendikbud Imbau Kepala Sekolah dan Guru SMK Persiapkan Diri, Tingkatkan Kerja Sama dengan DUDI Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim berharap lima tahun mendatang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) banyak diminati oleh masyarakat.

Untuk itu ribuan kepala dan guru SMK diimbau agar segera mempersiapkan diri dalam meningkatkan ‘pernikahan’ dengan dunia usaha dan dunia industri.

Hal tersebut disampaikan Mendikbud pada lokakarya peningkatan kualitas kepemimpinanan kepala SMK di seluruh Indonesia secara virtual, Sabtu (27/06/20).
“Harapan saya, Pendidikan Vokasi Indonesia menjadi semakin mumpuni, semakin kuat dan akan menghasilkan talenta-talenta Indonesia yang berdaya saing dan berkualitas tinggi, menjadi daya dorong kemajuan bangsa, menguatkan Indonesia,” tutur Mendikbud.
Sebagai manajer pada satuan pendidikan, kata Mendikbud kepala sekolah harus seperti CEO perusahaan. Harus bisa mengelola sekolahnya dalam mencari dan mengembangkan peluang kerja sama dengan industri dan dunia kerja. Guru-guru dan instruktur harus mau berlatih dan meningkatkan kompetensinya agar terus relevan dengan kompetensi yang digunakan dan dibutuhkan oleh industri dan dunia kerja.

“Jadi penting sekali Kepala, Guru, Instruktur SMK terbuka pada perubahan, dan melihat peluang perubahan,” imbuhnya.

Ke depan, harap Mendikbud, pendidikan vokasi Indonesia menjadi center of excellence di dunia yang kualitas lulusannya tidak lagi diragukan.

Untuk mewujudkan hal ini, Ditjen Pendidikan Vokasi memiliki paket pernikahan massal yang harus diterapkan oleh seluruh SMK.

Paket Pertama, Kurikulum disusun bersama industri di mana materi pelatihan dan sertifikasi di industri masuk resmi ke dalam kurikulum di sekolah.

Kedua, guru tamu dari industri rutin mengajar di sekolah.
Ketiga, program magang yang terstruktur dan dikelola bersama dengan baik.
Keempat, komitmen kuat dan resmi pihak industri menyerap lulusan.

Kelima, program beasiswa dan ikatan dinas bagi siswa.

Selanjutnya Keenam, jembatan program di mana pihak industri memperkenalkan teknologi dan proses kerja industri yang diperlukan kepada para guru, sertifikasi kompetensi bagi lulusan diberikan oleh pihak industri.

Ketujuh, sertifikasi kompetensi bagi lulusan diberikan oleh sekolah bersama industri.
Kedelapan, riset bersama yaitu  riset terapan dengan guru yang berasal dari kasus nyata di industri.

Kesembilan, berbagai kegiatan atau program ‘pernikahan’ lainnya.

Selain Mendikbud dan Dirjen Pendidikan Vokasi, turut hadir menjadi narasumber utama pada lokakarya ini, yaitu Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikbud, M. Bakrun; pakar Manajemen Perubahan/Founder Rumah Perubahan, Rhenald Kasali; Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Antonius J Supit; Pemimpin Redaksi Koran TEMPO, Budi Setyarso; dan Kepala SMK Negeri 1 Batam, Lea Suroso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

125 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah

20 Februari 2026 - 15:58 WIB

Pesan SBY untuk Anak Muda

12 Februari 2026 - 23:29 WIB

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta Laksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

12 Februari 2026 - 10:22 WIB

Populer SOSDIKBUD