Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

EKONOMI

Konsep Koperasi Desa BKNDI Mampu Bangkitkan Ekonomi Rakyat

badge-check


					Konsep Koperasi Desa BKNDI Mampu Bangkitkan Ekonomi Rakyat Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Dalam momen halal bihalal , pada Sabtu 30 mei 2020, Badan Komunikasi Nasional Desa Se Indonesia (BKNDI), secara resmi kukuhkan pembentukan dan pengurus Koperasi BKNDI.

Isra A Sanaky Ketua Umum DPN BKNDI, dalam acara halal bihalal menyampaikan jika konsep koperasi adalah sebuah konsep ekonomi yang bisa dibangun melalui akar rumput.

“Sebuah negara kuat kalau ekonominya kuat dan itu dimulai dari akar rumput,” ucap Isra kepada media pada sabtu 30 mei 2020.

Menurut Ketum BKNDI belajar dari kejadian covid 19 dan masa pandemik, sektor ekonomi yang mampu bertahan adalah ekonomi ritel di sektor mikro. “Seperti warung makan, pedagang kecil dan pedagang yang lain,” ungkapnya.

“Sedangkan ekonomi skala besar yang bertahan sekitar 5% sampai 40%. Jadi jelas BKNDI mendukung berkembangnya koperasi, sebab koperasi dapat tumbuh mulai dari ekonomi bawah, ” ucap Isra.

Isra optimis jika Koperasi ini bisa berjalan , sebab dukungan jaringan BKNDI yang sudah ada dari 34 propinsi, 500 kabupaten/kota dan 87000 desa, dan hal itu mampu meningkatkan perkembangan ekonomi kecil.

Isra juga sampaikan konsep usaha awal dari koperasi yang akan dijalankan BKNDI adalah mini market yang tersebar disetiap desa.

Senada dengan Ketum BKNDI , Ketua Koperasi terpilih Jaswadi , menjelaskan konsep awal yang akan dibangun dari koperasi BKNDI dengan membuat mini market.

“Rencananya di mini market itu akan dijual seperti sembako dan hasil bumi desa yang ada pada daerah tersebut. Dengan adanya koperasi BKNDI seluruh desa bisa memasarkan produknya ke desa lain, jadi ada pertukaran produk dari desa tersebut,” ungkap Jaswadi.

Jaswadi mencontohkan seperti desa di provinsi Maluku, dimana desa tersebut sebagai penghasil ikan asin, nanti ikan asin itu bisa dipasarkan ke desa atau propinsi lain, jadi hasil desa yang juga produk dalam negeri bisa dikenali lebih luas.

“Koperasi juga akan saling bersinergi dengan pemerintah desa, sebab dengan koperasi ini berjalan otomatis akan menambah pendapatan desa tersebut, karena ada putaran ekonomi,” tutup Jaswadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Kedor Leo Arfayan

    Terima kasih, atas informasinya gimana caranya kami dapat memperoleh modal usaha untuk kegiatan usaha kami didesa.

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 03:55 WIB

Komentar Pengamat soal Alfamart dan Indomaret Harus Tutup karena Bisa Rugikan Kopdes

24 Februari 2026 - 19:17 WIB

Populer EKONOMI