INAnews.co.id, Jakarta – Badan Komunikasi Desa se Indonesia (BKNDI) terus lakukan Sosalisasi Program Bantuan Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Tenaga Kerja RI .
Selama masa sosialisasi sampai dengan 25 juni 2020 , tim dari DPN BKNDI juga melakukan kunjungan sekaligus sosialisasi atas pelaksanaan BLK ini ke wilayah Jawa Timur.

Sosialisasi bantuan BLK tersebut untuk tahun anggaran 2020, menurut keterangan Ketua Umum BKNDI , Isra A Sanaky SHi, pihaknya juga melakukan penyusunan proposal dan sekitar 200 yayasan atau lembaga pendidikan sudah meminta pendampingan melalui BKNDI.
“Proposal itu kita susun bersama Konsultan DPN BKNDI dengan dasar dari proposal yang diajukan oleh Yayasan dan Lembaga pendidikan Agama ke pihak BKNDI,” ucap Isra saat ditemui INAnews pada 10 juni 2020.
Tambahnya sosialisasi dan penyusunan proposal ini dilakukan mulai dari 3-25 Juni 2020, tujuannya agar hasilnya tepat sasaran dan sesuai.

Dari kunjungan tersebut Isra Sanaky mengatakan mendapatkan apresiasi positif dari para pemilik dan pengelola pesantren, pasalnya mereka juga masih membutuhkan bimbingan lebih lanjut agar anggaran BLK yang dikucurkan tepat guna dan sesuai petunjuk teknis.
“Kedatangan kami ternyata disambut baik oleh pihak pesantren di sekitar wilayah Jombang sampai Madura, mereka ternyata masih butuh pendampingan dalam pelaksanaan program BLK tersebut,” jelas Isra.
Isra menjelaskan setiap penerima program BLK ini akan menerima anggaran kegiatan satu kali saja, nantinya akan digunakan untuk pembangunan gedung BLK , pembelian alat pembelajaran dan pelatihan, kemudian sampai untuk biaya operasional tenaga pelatih.
“Anggaran BLK ini nilainya hampir sama dengan dana desa sekitar Rp 1,2 miliaran per lembaga atau yayasan pendidikan, jadi kalau asal saja pakainya tidak sesuai juklak dan juknis bisa jadi bermasalah dengan hukum,” terang Isra.






