INAnews.co.id, Papua – Satuan Tugas Operasi Nemangkawi masih memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak Warga Sipil bernama Yunus Sani hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Redaksi Inanews.co.id Mendapat Siaran pers Satgas Humas Operasi Nemangkawi, Senin, menyebutkan penembakan Warga Sipil kembali terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Yunus Sani, warga Intan Jaya, ditembak oleh KKB sedang melakukan perjalanan darat di Jalan Trans-Papua dari Kabupaten Intan Jaya menuju ke Kabupaten Nabire, Pada Jumat (29/05/2020).
Kronologisnya, saat Yunus tiba di daerah perbatasan Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Paniai, tepatnya di Gunung Magataga, korban dihadang oleh KKB, kemudian ditembaki hingga meninggal dunia di tempat.
Saat ini, personel Satgas Operasi Nemangkawi dan Polda Papua terus mengejar para pelaku KKB yang melarikan diri.

Ketua DPW Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (BAIN HAM RI) Provinsi Papua, Ali Albert Kabiay menilai aksi kekerasan KKB sebuah kejahatan kemanusiaan. Tindakan ini layak disebut sebagai teroris karena menyasar warga sipil yang tak bersenjata.

“KKB Papua layak sekali disebut sebagai teroris, karena mereka kerap kali menebar teror kepada masyarakat. Bahkan warga sipil tak berdosapun mereka tembaki hingga meninggal dunia,” ucap Ali di Papua, Senin, 1 Juni 2020.
Ali mengajak warga Papua mendukung aparat menumpas KKB. Tindakan KKB sudah melewati batas karena warga sipil menjadi korban.
“Saya mengingatkan kepada mereka KKB, bahwa apa yang selama ini mereka lakukan merupakan tindakan keji, melanggar HAM, dan kalian sudah seperti teroris,” tegas Ali.






