Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Kemendag Dukung Digitalisasi Kredit Permodalan untuk UMKM

badge-check


					Kemendag Dukung Digitalisasi Kredit Permodalan untuk UMKM Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta-Kementerian Perdagangan turut mendukung Digital Kredit UMKM (DigiKu) yang diluncurkan pemerintah pada Jumat (17/07/20).

Dukungan ini merupakan bentuk komitmen Kemendag dalam meningkatkan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya melalui program dukungan permodalan secara daring. Kemendag juga mendukung pihak perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN, untuk mengidentifikasi UMKM yang memproduksi maupun menjual produk dalam negeri sehingga potensial mendapat akses permodalan.

Peluncuran DigiKu dihadiri Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Situasi pandemi menuntut UMKM beradaptasi memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan usahanya karena konsumen juga banyak yang beralih berbelanja secara daring.

Untuk itu, kemudahan dalam memperoleh permodalan juga diperlukan bagi UMKM agar dapat terus memenuhi persediaan produk, serta meningkatkan skala usahanya di platform digital,” ujar Mendag.

DigiKu adalah program yang diluncurkan pemerintah dengan merangkul Himbara dan perusahaan niaga elektronik (e-commerce) untuk bekerja sama mendukung UMKM yang berbisnis melalui platform niaga elektronik, khususnya UMKM yang on boarding pada Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia agar dapat memperoleh kucuran permodalan dengan cepat.

Himbara sebagai lembaga pemberi pinjaman (institutional lenders) berkolaborasi bersama perusahaan niaga elektronik, menyediakan fasilitas pinjaman secara daring untuk UMKM.

Kerja sama ini dilakukan agar seluruh basis data penjual (merchant) yang dimiliki platform niaga elektronik dapat dikombinasikan dengan basis data nasabah yang dimiliki perbankan. Tujuannya adalah agar kredit yang dikucurkan kepada UMKM digital bisa diproses lebih cepat dan lebih aman dalam hitungan menit, yaitu 15 menit.

Diharapkan kerja sama ini bisa meningkatkan kapasitas produksi UMKM on boarding, karena di era adaptasi kebiasaan baru ini semua transaksi beralih ke ranah digita

Mendag Agus mengharapkan, pemberian kemudahan kredit kepada UMKM dapat meningkatkan jumlah UMKM yang memproduksi produk dalam negeri dan berjualan di platform niaga elektronik.

“Kemendag mengusulkan pemberian kredit melalui program DigiKu memprioritaskan penyalurannya kepada UMKM yang memproduksi produk dalam negeri dan reseller yang mendukung penjualan produk dalam negeri,” ujar Mendag.

Menurut Mendag, digitalisasi mampu membantu pelaku UMKM dalam situasi pandemi saat ini maupun di masa depan dan tidak hanya menjadi obat sesaat saja, melainkan dapat berkelanjutan. Mendag yakin digitalisasi ini akan sangat membantu akselerasi bisnis UMKM karena sistem digital bersifat cepat dan lebih aman. Namun di sisi lain, UMKM harus terus mempertahankan kualitas produknya dan berkomitmen memanfaatkan platform niaga elektronik.

“Kemendag memiliki program-program penguatan desain dan penjaminan kualitas. Kami juga bekerja sama dengan komunitas dan pengelola platform niaga elektronik untuk memantau UMKM yang bisnisnya di platform digital benar-benar berkembang,” ujar Mendag Agus.

Lebih lanjut, Mendag Agus menyampaikan, dengan kesiapan modal yang lebih kuat, bukan hanya UMKM Indonesia akan semakin unggul dan berdaya saing, tetapi juga mendorong lebih banyak UMKM yang memproduksi dan menjual produk dalam negeri.

“Dengan semakain banyak UMKM yang memproduksi dan menjual produk dalam negeri di platform niaga elektronik, semoga semakin banyak konsumen yang tertarik membeli produknya. Ayo beli produk dalam negeri, beli satu tumbuh seribu. Dengan membeli satu produk UMKM, maka diharapkan akan tumbuh UMKM-UMKM lain yang terdorong membuat dan menjual produk hasil karya anak bangsa,” pungkas Mendag.

Pada konferensi pers peluncuran DigiKu pada Jumat (17/7), turut hadir sebagai narasumber yaitu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Staf Ahli Menteri BUMN Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Loto Srinaita Ginting, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Ketua Himbara Sunarso, dan Ketua Umum Indonesian E-Commerce Association (idEA) Ignatius Untung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI