Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Kunjungi Boyolali, Mendag Tinjau Aktivitas Perdagangan Pasar Rakyat di Era New Normal

badge-check


					Kunjungi Boyolali, Mendag Tinjau Aktivitas Perdagangan Pasar Rakyat di Era New Normal Perbesar

INAnews.co.id, Boyolali – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan pasar rakyat harus mematuhi protokol kesehatan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Hal ini disampaikan Mendag saat meneninjau Pasar Boyolali dan Pasar Pengging di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Rabu (1/07/20). 

Dalam kunjungan ini, Mendag didampingi Bupati Boyolali Seno Samudro, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto, serta Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono.

“Tujuan utama tetap dibukanya pasar rakyat adalah untuk memenuhi ketersediaan bahan pokok dan barang penting bagi masyarakat. Untuk itu, pedagang dan konsumen di pasar diharapkan dapat mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan dengan ketat guna memutus penyebaran Covid-19,” ujar Mendag.

Mendag melanjutkan, Kementerian Perdagangan akan berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penerapan protokol kesehatan di era “new normal”, khususnya di sektor perdagangan.

Hal ini sesuai dengan
arahan Presiden Joko Widodo yang meminta pembukaan aktivitas ekonomi dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan.

Selain memantau pelaksanaan protokol kesehatan di pasar rakyat, Mendag juga meninjau harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di pasar rakyat tersebut.

Mendag mengungkapokan, secara umum harga bapok relatif stabil dan pasokannya cukup. Khusus gula pasir, harga di tingkat pedagang eceran saat ini sudah sesuai dengan ketentuan HET yaitu antara Rp12.000-
12.500/kg.

Selain itu, pasokan di pasar juga relatif lancar dengan harga tebus pedagang sebesar Rp11.300/kg.

Berdasarkan hasil pantauan harga beras medium berkisar Rp10.000-11.000/kg, gula pasir Rp12.000-12.500/kg, daging ayam Rp37.000/kg, telur Rp24.000/kg, cabai merah keriting Rp10.000-15.000/kg, cabai
merah besar Rp20.000/kg, cabai rawit merah Rp17.000-20.000/kg, bawang merah Rp30.000-40.000/kg, bawang putih hainan Rp12.000-16.000/kg, dan bawang bombai Rp12.000-20.000/kg.

“Harga bapok di pasar Boyolali relatif stabil dan pasokannya lancar. Untuk itu, Kementerian Perdagangan mengapresiasi pemerintah Kabupaten Boyolali yang telah menjaga stabilitas harga bapok dengan tetap
melaksanakan protokol kesehatan di pasar rakyat,” tutup Mendag.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI