Menu

Mode Gelap
CWIG Nilai Pengunduran Diri Ketua OJK Mahendra Siregar, Tinggalkan Preseden Buruk Pada Masyarakat Peringati Anniversary Ke Empat VOID DK Jakarta Menggelar AnniVacation Ke Sukabumi Direktur Utama BEI Mengundurkan Diri usai Insiden Dua Hari Lalu Sidang TPPU Hasbi Hasan: Integritas Jaminan Hakim Bebas Intervensi Legitimasi Pemerintah 80 Persen Vs Demokrasi 20 Persen Marak Makelar Dapur MBG, Kepala BGN Diminta Turun Lapangan Tinjau Dapur 3 T

EKONOMI

Gubernur NTB Luncurkan “Mawar Emas” untuk Lawan Rentenir

badge-check


					Gubernur NTB Luncurkan “Mawar Emas” untuk Lawan Rentenir Perbesar

INAnews.co.id, Lombok Timur – Masih banyaknya masyarakat yang terjerat rentenir, khususnya untuk mendapatkan akses modal usaha dan keperluan lainnya dalam memenuhi kebutuhan ekonominya, membuat Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah merasa prihatin.

Berawal dari rasa keprihatinan akan hal itu, gubernur bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB, yang terdiri dari beberapa instansi dan lembaga keuangan seperti OJK, Bank Indonesia, Bank NTB Syariah, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Masyarakar Ekonomi Syariah (MES) NTB, meluncurkan program “Mawar Emas”, Melawan Rentenir Berbasis Masjid. Peluncuran dilakukan di Masjid Nurul Ikhsan, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Rabu, 12 Agustus 2020.

Dikatakan gubernur, mungkin program ini yang pertama di Indonesia. Kesempatan ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan legasi daerah kita, bukan hanya di NTB, tapi menjadi contoh di Indonesia.

“Secara ide memang semua orang bisa, namun secara praktik tidak semua orang bisa melakukan,” ujarnya.

Bang Zul optomis, dengan dukungan OJK program “Mawar Emas” akan sukses, karena lokomotif di depannya adalah OJK.

Dijelaskan gubernur, Program Melawan Rentenir berbasis Masjid (Mawar Emas) adalah program pemerintah Provinsi NTB untuk membantu UMKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman dan lebih mudah meminjam ke rentenir dengan bunga tinggi.

“Akibat berbunga tinggi akhirnya jadi beban yang sangat berat dan membuat lingkaran setan kemiskinan yang susah diputus,” ujarnya.

Gubernur berharap, dengan Program “Mawar Emas” ini pedagang dan masyarakat kecil akan dapat difasilitasi dan didekatkan dengan institusi keuangan, seperti Bank NTB Syariah, sehingga mampu mendapatkan pinjaman dan memperoleh modal di Bank NTB Syariah dengan lebih mudah dan lebih nyaman, dibandingkan ke rentenir.

“Mudah-mudahan dengan masyarakat kecil bisa meminjam uang dan modal ke Masjid, akan membuat Masjid selain sebagai pusat ibadah bisa sekaligus menjadi pusat ekonomi dan sosial,” harapnya.

Untuk itu, gubernur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) “Mawar Emas” seperti OJK, BI, Bank NTB Syariah, PNM dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB yang membuat program ini menjadi mungkin terlaksana.

“Hari ini kami mulai dari Lombok Timur, untuk selanjutnya menyusul di Kabupaten dan Kota se-NTB,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy, dalam sambutannya mengatakan, saat ini rentenir sudah merasuki semua sendi kehidupan masyarakat di Lombok Timur. Mulai dari Petani, Nelayan bahkan para TKI juga tidak lepas dari praktik rentenir.

Untuk itu, ia menaruh harapan besar kepada 1,2 juta penduduk Lotim, jika masyarakat dapat tersentuh program ini, maka akan mendatangkan berkah bagi masyarakat Lotim dan akan menjalar ke Kabupaten lainnya di NTB.

Sebelumnya Asisten III Provinsi NTB, H. L. Syafi,i mengatakan, “Mawar Emas” akan memberikan edukasi terhadap masih rendahnya pemahaman masyarakat akan perbankan, yang menyebabkan kurangnya minat masyarakat untuk mengakses modal melalui Bank.

Selain itu, program ini juga diharapkan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan arti pentingnya Masjid, bukan hanya sebagai pusat pengembangan agama, namun juga untuk pengembangan ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CWIG Nilai Pengunduran Diri Ketua OJK Mahendra Siregar, Tinggalkan Preseden Buruk Pada Masyarakat

1 Februari 2026 - 04:22 WIB

PLN Keluhkan Teknologi Datang Lebih Dulu dari Regulasi

29 Januari 2026 - 09:59 WIB

Harga Mahal dan Regulasi tak Pasti Jadi Penghalang Investasi EBT

29 Januari 2026 - 07:57 WIB

Populer EKONOMI