Menu

Mode Gelap
Kapolri: 83 Persen Masyarakat Merasa Aman Berjalan Malam Hari Polisi Jagung Dipuji Presiden: Polri Produksi 3,57 Juta Ton Jagung Polri Catat Rekor: Sita 590 Ton Narkoba Senilai Rp1 Triliun Kapolri Pilih Mundur dan Jadi Petani daripada Polri di Bawah Menteri Tiga Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia ALTARA Sepatu Trail Running Siap Menjangkau Kebutuhan Pelari Trail Dan Pegiat Luar Ruangan

SOSDIKBUD

Bentuk Tim Khusus, Turunkan Kematian & Percepat Stimulus Ekonomi

badge-check


					Bentuk Tim Khusus, Turunkan Kematian & Percepat Stimulus Ekonomi Perbesar

INAnews.co.id, Mataram  – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meminta kepada tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB untuk membentuk tim khusus yang nantinya akan fokus berikhtiar pada upaya meminimalisir dan mengurangi angka kematian pasien Covid-19. Tidak hanya menekan angka kematian, tapi juga didorong untuk mempercepat kebijakan stimulus ekonomi harus tetap berjalan.

Menurut Dr. Zul sapaan akrabnya gubernur NTB itu, jika angka kematian berhasil ditekan dengan upaya penurunan yang signifikan, maka akan lebih mudah bagi daerah-daerah yang awalnya masih zona orange dan kuning berubah menjadi zona hijau. Sehingga dampaknya sangat berpengaruh pada peningkatan kegiatan sosial dan pemulihan ekonomi masyarakat yang semakin besar.

“Terlepas dari takdir seseorang, sebenarnya kematian bisa dicegah. Tapi karena ‘treatment’ kita hanya  medis saja, akhirnya kita lupa pada persoalan psikologis pasien,” tegas Gubernur yang turut didampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah pada rapat evaluasi penanganan Covid-19, bertempat halaman Sekretariat Daerah Provinsi NTB, Senin (14/09).

Dari rilis update data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat Provinsi NTB hingga pada 14 September 2020 mencatat jumlah  kematian mencapai 174 orang atau sekitar 5,9 persen. Dengan jumlah kematian itu, Provinsi NTB berada pada posisi kelima nasional dengan tingkat kematian yang cukup tinggi di Indonesia.

Selain itu, lanjut Dr. Zul, meskipun pemerintah sedang berjibaku dalam penanganan dan penyebaran Covid-19, namun kebijakam stimulus ekonomi juga harus tetap berjalan dengan bantuan mesin-mesin buatan lokal yang memungkinkan kegiatan ekonomi masyarakat yang terdampak dapat meningkat kembali. Karena cashback pertumbuhan ekonomi mulai berjalan pada September ini.

“Kita tidak bolen lengah. Jadi betul-betul saya minta tidak main-main. Karena kita tidak bisa berharap dari yang lain, selain dari akselerasi anggaran daerah kita sendiri,” tuturnya.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur  Dr. Hj. Rohmi Djalilah mengungkapkan, untuk percepat penanganan covid-19, pemerintah menargetkan 100 persen maskerisasi untuk masyarakat NTB agar dapat tetap aman namun produktif. Target ini juga seiring dengan penegakan sanksi denda bagi masyarakat yang tidak memakai masker yang dimulai sejak Senin (14/9/2020), yang tertuang dalam Perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

“Insyaallah tagline  kita adalah maskerisasi 100 persen untuk NTB aman dan produktif. Artinya, kita tidak hanya sekedar aman tapi harus produktif dengan 100 persen maskerisasi,”  kata Wagub NTB yang biasa dipanggil Ummi Rohmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Adian Husaini: Fikih Dakwah Natsir Jadi Solusi Atasi Bencana di Indonesia

15 Januari 2026 - 19:12 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

5 Januari 2026 - 08:31 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

Rumah Proses Wayang Kautaman Sukses Menampilkan Pagelaran Kolaborasi “Sayap Jatayu “

16 November 2025 - 20:44 WIB

Populer BUDAYA