INAnews.co.id, Jakarta – IBIMA tawarkan konsep Lean Manufacturing untuk bisa diterapkan membangkitkan industri di masa pandemi covid 19.
Konsep Lean Manufacturing merupakan strategi, metode, atau budaya yang dirancang untuk mencapai suatu siklus produksi manufaktur sesingkat mungkin.
Sejauh ini, strategi efisiensi biaya menjadi konsekuensi yang paling logis untuk dilakukan agar bisnis bisa berkesinambungan.
Akan tetapi, efisensi tersebut juga butuh konsep yang matang, agar pemulihan dan pertumbuhan bisa maksimal untuk dicapai.
Cara konsep Lean Manufacturing adalah mengurangi persediaan yang berpotensi tidak terpakai atau terbuang (waste product). Hal ini dapat menjadi sebuah terobosan dan solusi dalam menghadapi situasi industri dan ekonomi di masa krisis.
Hal ini sangat penting untuk mengangkat peran SDM Indonesia yang inovatif dan menguasai teknologi industri yang maju dan modern dalam membangun karakter dan pola pikir dalam persaingan bisnis.
“Kita perlu mencari langkah dan solusi yang terbaik untuk membuat produk atau jasa buatan Indonesia. Serta mempercepat pemulihan (Industri Besar, Sedang, IKM dan UMKM serta Koperasi, BUMN/D, BUMS dan lainnya melalui aplikasi Lean Enterprise,” terang I Made Dana Tangkas, CEO IBIMA pada Senin 7 september 2020.
IBIMA (Industry & Business Institute of Management PT. Insan Bisnis & Industri Manufaktur Indonesia) sebagai sebuah lembaga independent, thinker dan korporasi di bidang konsultasi bisnis dan industri dalam perspektif pembangunan holistik yang terpadu, terintegrasi dan melibatkan ABGCFM (Academics, Business, Government, Community, Finance, Media).
“IBIMA optimis dalam upaya mentrigger pembangunan ekonomi bangsa saat ini khususnya bagi sektor ekonomi sosial yang terdampak krisis,” ungkap I Made.
Jelasnya , jika IBIMA memiliki tiga DNA utama yaitu Kompetensi Praktek Bisnis dan Teknologi Industri melalui Lean Enterprise , kedua Budaya dan Motivasi Bisnis melalui Transformasi Mindset, Character, Attitude, dan ketiga Leadership yang termasuk dalam Sistem Industri dan Kepemimpinan.
“Kini, saat krisis melanda, IBIMA berperan membantu memulihkan perekonomian Indonesia yang terpuruk , yang mana hanya sustain sekitar 40%-50% industri baik dari IKM UKM, maupun industri hulu, antara & hilir,” ucap I Made Dana.
Menurut Made Dana Tangkas, program IBIMA dalam 2 tahun belakangan ini telah terbukti berhasil dalam meningkatkan performansi bisnis dan industri, sehingga bila diterapkan dalam konteks nasional akan mampu membawa perubahan makro yang signifikan terhadap kemajuan ekonomi dan sosial bangsa.
“Di Indonesia belum ada lembaga center yang berperan secara integratif dalam pembangunan bisnis dan industri, sehingga IBIMA hadir, dan menjadi aggregator serta think tank pembangunan bisnis dan industri nasional secara terpadu,” tambahnya.
IBIMA sebagai Lean Enterprise Center dipelopori oleh Made Dana Tangkas sebagai Bapak Lean Indonesia dan disupport oleh Founder lainnya yakni Theodore Permadi Rachmat dan Ary Ginanjar Agustian.
“IBIMA diharapkan terus menjadi integrator, aggregator dan penggerak pembangunan industri, bisnis dan ekonomi Indonesia secara terpadu, unggul dan sustainable,” tutup Made.






