Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

EKONOMI

BNI Syariah dan YHT Sukses Resmikan Kerjasama Rumah Singgah Pasien IZI di 3 Kota

badge-check


					BNI Syariah dan YHT Sukses Resmikan Kerjasama Rumah Singgah Pasien IZI di 3 Kota Perbesar

INAnews.co.id , Jakarta – BNI Syariah dan Yayasan Hasanah Titik sukses menyelenggarakan kerjasama program rumah singgah pasien dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) di 3 (tiga) kota sekaligus berkat dukungan teknologi.

Kerjasama program Rumah Singgah Pasien antara Inisiatif Zakat Indonesia dengan BNI Syariah dan Yayasan Hasanah Titik terselenggara di 3 (tiga) kota sekaligus berkat dukungan teknologi.

Nana Sudiana yang turut hadir menyatakan kegembiraannya atas semarak dari acara tersebut.

“Tiga kota ini yang terhubung, Jawa-Kalimantan-Sulawesi, menjadi titik strategis lebih dari separuh potensinya di Indonesia” Direktur Pendayagunaan Inisiatif Zakat Indonesia itu mengawali sambutannya, Selasa 28 oktober 2020.

Praktisi zakat yang telah berkiprah selama 20 tahun tersebut melanjutkan sambutannya dengan penjelasan atas berdirinya Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI yang memudahkan pasien rawat jalan dari luar kota menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan nasional maupun provinsi.

Nana Sudiana juga memberi penjelasan bagaimana dirinya memulai program ini dari awal mula realisasinya hingga terwujud ke-14 provinsi di Indonesia, termasuk Yogyakarta, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur.

Ia memberi tambahan lainnya terkait keunikan Rumah Singgah Pasien IZI yang menjadikannya berbeda dengan rumah singgah pasien dari lembaga lain.

“Bagi kami, Rumah Singgah Pasien IZI ini punya pelayanan plus. Dimana ada pengajaran keagamaan, dan pembinaan keterampilan bagi pasien di sana,” lanjut Nana Sudiana kembali.

Semenjak berdiri pada tahun 2016 hingga kini, secara nasional, Rumah Singgah IZI telah melayani pasien sebanyak 18.468 orang.

Layanan yang diberikan kepada pasien dhuafa tersebut juga bukan hanya sekedar menampung saja.

Terdapat layanan ambulans 24 jam bagi pasien untuk antar-jemput ke rumah sakit rujukan di rumah singgah pasien tersebut.

Selain itu, mereka mendapatkan konsumsi gratis yang dibiayai dari dana zakat para donatur.

Ditambahkan , olehnya Rumah Singgah kami selalu ada disekitar rumah sakit yang besar.

“Biasanya pasien yg berobat jalan itu dirujuk dirumah sakit besar untuk Kemoterapi, cek medis ataupun operasi,” tambah Nana.

IZI fasilitasi dari mulai tempat tinggal yang layak, makan 3 kali sehari untuk pasien dan pendamping, antar jemput ambulance, cuci pakaian, konsultasi media dan pembinaan rohani.

“Kami memfasilitasi para kaum dhuafa yang mereka dirujuk dari rumah sakit asalnya untuk berobat jalan dirumah sakit yang lebih lengkap,” ungkap Nana

Diantara lokasi yang tersebar , 1 RSP di Medan, 1 di Padang, 1 di Lampung, 1 di Banten, 1 di Jogja, 1 di semarang, 1 di Surabaya, 1. Balikpapan, 2 di Makassar, 1 di Bandung.

IZI memiliki 14 Rumah Singgah Pasien yang tersebar , 3 di Jakarta yakni 2 disalemba untuk pasien RSCM, 1 di Slipi Jakarta Barat untuk RS Dharmais dan Jantung Harapan Kita.

“Biasa yang berobat adalah pasien Kanker, Tumor dan Jantung. Jadi kita tidak menerima pasien sakit yang menular,” tutup Nana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 03:55 WIB

Komentar Pengamat soal Alfamart dan Indomaret Harus Tutup karena Bisa Rugikan Kopdes

24 Februari 2026 - 19:17 WIB

Populer EKONOMI