Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Efek Pandemi Covid 19, IBIMA Menjadi Lembaga Solusi Bangkitkan Ekonomi UMKM

badge-check


					Efek Pandemi Covid 19, IBIMA Menjadi Lembaga Solusi Bangkitkan Ekonomi UMKM Perbesar

INAnews.co.id , Jakarta – Pandemi Covid-19 telah berdampak pada kondisi ekonomi termasuk Indonesia.

Imbasnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami -5,32%. Covid-19 ini juga menghantam kinerja industri dan pelaku usaha di Tanah Air.

Demikian Opening Remark & Introduction dari CEO & Founder Industry & Business Institute of Management (IBIMA), Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI), Chairman PII BKTI), Lean Industry & Enterprise Expert Ir.  Made Dana Tangkas, M.Si, IPU, ASEAN.Eng. saat Webinar di Jakarta, Jumat 20 november 2020.

Webinar bertajuk IBIMA Membantu Mempercepat Pemulihan Ekonomi & Industri Nasional : Aplikasi Ekosistem yang Terpadu dari Riset, Inovasi & Komersialisasi untuk Produk/Jasa Karya Anak Bangsa dan Pembentukan Enterpreneur untuk IKM/UMKM/Koperasi & Industri Pedesaan Indonesia.

Menghadirkan sejumlah narasumber dalam beberapa sesi diskusi antara lain Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr. Hammam Riza, Direktur Jenderal DIKTI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Nizam, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Kementerian Perindustrian Eko Suseno Agung Cahyanto, SH, LL.M., Komisaris Utama PT Paragon Technology And Innovation Dr. (HC). Dra. Nurhayati Subakat, Apt.

Hadir juga Direktur SDM dan Umum PERURI Gandung Anggoro Murdani, Guru Besar UGM Prof. Gunawan Sumodiningrat, Komisaris UTPE dan Waketum IPERINDO Hilman Risan, Presiden Direktur Tira Austenite Selo Winardi, Praktisi Koperasi & Pengembangan UMK dan Peneliti the Center for Logistics and Supply Chain Studies ITB Dr. Yusmar Anggadinata, dan CEO and co-owner of UMG Myanmar Kiwi Aliwarga.

Dalam sesi tersebut , Dana Tangkas berharap para pelaku usaha dan industri baik besar hingga kecil seperti IKM bahkan UMKM dan juga koperasi hingga pelosok desa dapat mengunakan konsep Lean Enterprize IBIMA untuk membangun sumber daya manusia (SDM) dengan efisien.

“Konsep lean ini sangat bermanfaat sebenarnya ketika kegiatan itu dalam situasi krisis/wabah maupun dalam situasi normal karena basis utamannya adalah dengan keterbatasan SDM kapital, permodalan, dan juga keterbatasan berbagai resorsis yang dimiliki, kita bisa bentuk sebuah produk atau jasa melalui proses dengan metode manufaktur sehingga kita bisa membuat dengan kaidah-kaidah dasar yang efisien dan produktif, best operasional excelent, untuk diterapkan kepada SDM,” ujar Made Dana saat sesi diskusi secara virtual pada Jumat 20 november 2020.

Dana Tangkas menuturkan, sebelumnya lean enterprize di Indonesia ini dikenal dengan nama lean Toyota.

“Kemudian dikembangkan lean manufakturing, lean production, dan juga lean industri. Saat pandemi, lanjutnya, SDM-lah yang harus diberdayagunakan,” lanjutnya.

Made Dana menjelaskan, IBIMA sebagai Lean Enterprise Center, yakni Gerakan Lean untuk Membangun Industri Nasional melalui Pengembangan Pilot Project Industri Unggulan dan Sejahtera, Desa Inovasi Indonesia Sejahtera.

“IBIMA dipelopori saya selaku founder dan di-support founder lainnya, yakni Theodore Permadi Rachmat dan Ary Ginanjar Agustian. IBIMA mampu berkolaborasi dengan pentahelix ABGCFM untuk membantu recovery, sustainability, dan pengembangan bisnis dan industri secara terpadu dan terintegrasi untuk bangsa yang berdikari dan sejahtera,” jelas Dana Tangkas.

IBIMA Lembaga Center Bisnis dan Industri

Dana Tangkas juga jelaskan IBIMA adalah sebuah lembaga center dan korporasi di bidang konsultasi bisnis dan industri dalam perspektif pembangunan holistik yang terpadu, terintegrasi, dan melibatkan pentahelix ABGCFM (Academics, Business, Government, Community, Federation, Media).

Menurutnya,  IBIMA berperan dalam membantu akselerasi pembangunan ekonomi nasional yang unggul dan merata. Khususnya melalui bidang industri dan bisnis dengan komunitas serta para fasilitator yang kompeten dalam pengembangan industri berkelas dunia.

“IBIMA optimistis dapat berkiprah dalam upaya men-trigger pembangunan ekonomi bangsa saat ini khususnya bagi sektor ekonomi dan sosial yang terdampak krisis,” katanya.

Dana Tangkas menjelaskan, IBIMA membantu recovery, sustainability, dan improvement bisnis serta industri terdampak krisis melalui optimalisasi efisiensi operasional atau cost korporasi.

Dana Tangkas tambahkan, IBIMA memiliki tiga DNA utama.

DNA pertama adalah kompetensi atau praktik bisnis Industri melalui Lean Enterprise.

DNA kedua adalah budaya dan motivasi bisnis melalui transformasi mindset, character, dan attitude.

DNA ketiga adalah Leadership (Sistem Industri dan Kepemimpinan).

“Adapun objektif IBIMA Building the Best Industry and Business Way to be the Best World Class Company (Lean Enterprise and Best Operational Exellence Company),” tambahnya.

IBIMA berperan membantu memulihkan perekonomian Indonesia yang terpuruk.

Kondisinya saat ini hanya sustain 40-50% industri, baik dari Industri kecil menengah (IKM), usaha kecil menengah (UKM), maupun industri hulu, antara dan hilir.

“ Salah satu peran dan solusi dari IBIMA dalam menghidupkan kembali roda perekonomian bangsa melalui lean enterprise untuk Indonesia dengan membangun industri unggulan berbasis agro, maritim, IKM UKM Koperasi, teknologi, dan baterai,” jelas Dana Tangkas.

Made Dana mengatakan, program IBIMA telah terbukti berhasil dalam membangun, meningkatkan performansi bisnis, dan industri.

“Sehingga bila diterapkan dalam konteks nasional akan mampu membawa perubahan makro yang signifikan terhadap kemajuan ekonomi dan sosial bangsa,” tutup Dana Tangkas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI