Menu

Mode Gelap
Polisi Jagung Dipuji Presiden: Polri Produksi 3,57 Juta Ton Jagung Polri Catat Rekor: Sita 590 Ton Narkoba Senilai Rp1 Triliun Kapolri Pilih Mundur dan Jadi Petani daripada Polri di Bawah Menteri Tiga Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia ALTARA Sepatu Trail Running Siap Menjangkau Kebutuhan Pelari Trail Dan Pegiat Luar Ruangan Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi

SOSDIKBUD

Gubernur NTB: Pandemi Covid-19 dan Budaya Baru

badge-check


					Gubernur NTB: Pandemi Covid-19 dan Budaya Baru Perbesar

INAnews.co.id,Mataram – Jaga jarak dan cuci tangan merupakan budaya baru yang harus siap diterima oleh masyarakat NTB. Selain memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, juga merupakan budaya baik yang sesuai dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Hal itu dikatakan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah saat membuka kegiatan Gelar Budaya NTB Gemilang, bertempat di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Senin, (23/11).

Pada kesempatan tersebut, Doktor Zul mengajak kepada tamu undangan yang hadir agar selalu mengkampenyakan NTB atau Nurut Tatanan Baru, yaitu protokol kesehatan Covid-19. Berhubung seluruh sekolah di Indonesia akan kembali melaksanakan belajar tatap muka maka disiplin protokol Covid-19 sebagai budaya baru harus bisa dilaksanakan.

“Ada buku yang menarik yang ditulis oleh Peter Senge, judulnya: The Fifth Discipline, dan saya rasa, semua kepala sekolah harus membaca buku ini untuk terus beradaptasi menghadapi setiap perubahan dan kemajuan yang ada,” ajak Doktor Ekonomi Industri tersebut.

Ia juga merespon baik atas inisiasi, terobosan dan kekompakan yang ditampilkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB. Karena menurutnya, kegiatan Gelar Budaya ini merupakan proses penyadaran untuk selalu berinovasi ditengah Covid-19.

Selain itu, Doktor Zul berharap kepada para kepala sekolah agar senantiasa menggunakan produk – produk asli daerah. Menurutnya sudah banyak produk hasil karya SMA, SMK dan SLB di NTB. Seperti Handsenitizer yang dibuat oleh SMKN 1 Kuripan Lombok Barat.

“Saya bayangkan kalau semua guru dan kepala dinas memiliki handsanitizer buatan SMKN 1 Kuripan, maka Hebat Mart pasti laku barang-barangnya. Jadi tidak boleh lagi ada kantor-kantor, sekolah-sekolah yang menggunakan produk dari luar jika bisa diciptakan di NTB ini,” pinta Doktor Zul.

Sementara itu, Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa untuk menyambut dan memeriahkan HUT NTB ke-62 dan Pekan Kebudayaan Nasional, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI menggelar Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) dalam bingkai “Gelar Budaya NTB Gemilang”.

Ada 10 mata lomba yang akan digelar selama seminggu kedepan yang dimulai 23 sampai dengan 28 November 2020 di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Berbagai kegiatan Pembukaan seperti Gelar Budaya NTB Gemilang, Gebyar SMK, Gebyar SMA, Gebyar PK-PLK, Pameran Karya, Pagelaran Seni, Gelar Seni Tari, Musyawarah Kebudayaan akan disiarkan langsung oleh RRI. Selain itu, juga diselenggarakan Bimtek Penciptaan Tari, dan Liga Hadang bersama KPOTI.

“Saya berharap rangkaian kegiatan yang akan digelar selama seminggu kedepan untuk memperebutkan Tropy Gubernur ini berjalan sesuai rencana,” harapnya.

Turut mendampingi Gubernur NTB pada kesempatan tersebut, Asisten III Setda NTB, beberapa kepala Perangkat Daerah Provinsi NTB, serta tamu undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Adian Husaini: Fikih Dakwah Natsir Jadi Solusi Atasi Bencana di Indonesia

15 Januari 2026 - 19:12 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

5 Januari 2026 - 08:31 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

Rumah Proses Wayang Kautaman Sukses Menampilkan Pagelaran Kolaborasi “Sayap Jatayu “

16 November 2025 - 20:44 WIB

Populer BUDAYA