Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

OTOMOTIF

Tetap Konsentrasi Saat Berkendara Pada Kondisi Hujan Deras

badge-check


					Tetap Konsentrasi Saat Berkendara Pada Kondisi Hujan Deras Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta-Indonesia kembali memasuki musim penghujan. Kondisi ini menuntut para pengemudi kendaraan agar lebih waspada pada saat berkendara pada kondisi terjadinya hujan. Terlebih lagi pada saat curah hujan yang turun tergolong deras hingga berkabut yang menyebabkan berkurangnya jarak pandang jalan.

Selain mengurangi jarak pandang, genangan air juga salah satu faktor yang wajib diwaspadai karena dapat menyebabkan waterplanning dimana kendaraan kehilangan grip terhadap permukaan jalan akibat kecepatan terlalu tinggi saat melewati genangan air.

Berbagai situasi tersebut kerap membuat pengemudi kesulitan untuk mengendalikan kendaraan meskipun mobil keluaran terbaru seperti Peugeot 3008 SUV dan 5008 SUV sudah dilengkapi dengan sistem keselamatan yang cukup lengkap. Seperti adanya lampu kabut, komponen peredam kabut pada kaca mobil, hingga berbagai fitur keseleamatan lainnya.

“Fitur Advanced Grip Control yang dimiliki Peugeot SUV 3008 dan 5008 sangat berguna karena Indonesia memiliki kondisi jalan yang sangat beragam, termasuk saat hujan. Kondisi permukaan licin akibat hujan bisa diantisipasi fitur ini.” tukas Samsudin, selaku National Technical Advisor dari Astra Peugeot.

Sementara untuk pandangan terhalang akibat guyuran hujan lebat serta kabut, memperlambat laju menjadi pilihan bijak. Langkah ini diambil agar kemampuan bereaksi terhadap kendaraan lain dimaksimalkan. Adapun kecepatan rata-rata yang aman dan disarankan adalah sekitar antara 30 hingga 50 km/jam sesuai kondisi di lapangan.

Meskipun melaju dengan kecepatan rendah, laju mobil tetap harus terlihat oleh mobil lain terutama yang ada di sekitar. Pastikan lampu besar (headlamp) dan kabut (foglamp) dalam kondisi menyala, agar jarak pandang yang cuma puluhan meter bisa terlihat.

“Saat melaju di jalan, jangan menyalakan lampu Hazard, karena lampu ini hanya dipakai dalam keadaan darurat. Seperti mengalami kecelakaan lalu lintas atau dalam kondisi mogok.” tukas Samsudin.Dalam keterangannya secara tertulis pada, Selasa,24/11/20.

Hujan dan kondisi berkabut menyebabkan proses pengembunan terjadi di dalam dan di luar kaca. Maksimalkan fungsi wiper untuk menghilangkan embun di bagian luar kaca, serta nyalakan dan sesuaikan suhu AC agar kaca di bagian dalam tidak mengembun.

Sekali lagi konsentrasi tinggi dan tetap mengemudi aman mesti diutamakan agar sampai di tujuan dengan selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

PT Altama Surya Anugerah Berikan Perlindungan Hukum Merek Tekiro, Konsumen Jangan Terkecoh Nama Merek Mirip Tekiro

28 Desember 2025 - 18:46 WIB

Jangan Terkecoh Harga Murah, Hati Hati Banyak Beredar Busi NGK Palsu

18 Desember 2025 - 19:13 WIB

Penghujung Tahun 2025 Blazer Indonesia Club Menggelar Rapat Kerja Nasional

14 Desember 2025 - 17:38 WIB

Populer OTOMOTIF