INAnews.co.id , Banten – Forum Silahturahmi Pondok Pesantren (FSPP) yang merupakan tempat bernaungnya semua pondok pesantren mengadakan refleksi akhir tahun di Provinsi Banten pada jumat dan sabtu 18 dan 19 desember 2020 di Pondok Pesantren Modern (PPM) Al-Mizan, Banjar , Pandeglang.Dalam acara ini turut hadir Dr.H. Waryono Abdul Gofur, M.ag selaku Direktur Diniyah dan Pendidikan Pesantren Kementerian Agama RI, Guntur Subagio Mahardika sebagai Staf Khusus Wakil Presiden RI, Gubernur Banten, Dr.H. Wahidin Halim, M.si dan Muhamad Hasan Gaido sebagai Presiden Indonesia Saudi Arabia Bussiness Council.
Menurut Hasan Gaido, acara ini merupakan program kerja FSPP dalam refleksi akhir tahun 2020 yang penuh tantangan dengan dimasa pandemik covid 19.
“Kehadiran dari Stafsus Wakil Presiden RI dan Kementerian Agama RI ini diharapkan dapat membangun organisasi FSPP semakin kuat baik internal dan membuktikan eksistensi nya di Banten,” ungkap Hasan Gaido pada Jumat 18 desember 2020.
Selain itu menurut Hasan Gaido , dengan kegiatan ini juga dapat membumikan program Pemerintah pusat ekonomi syariah dan ketahanan pangan berbasis pondok pesantren dan komunitas.
Refleksi ini juga akan mendiskusikan bagaimana menjamin hasil pertanian pondok pesantren yang sudah di jalankan seperti tanaman porang, pisang, singkong, padi, cabai, jengkol dan lainnya yang kedepannya akan dibantu oleh team Insan Pertanian dan Nelayan (INTANI).
“Intani untuk pengurus wilayah Banten juga akan dibentuk kepengurusannya dan langsung bersinergi dengan FSPP,” ungkap Hasan.
Sebelum acara refleksi akhir tahun pada 19/12, para peserta undangan dijamu oleh team pariwisata Banten untuk mengunjungi destinasi wisata religi yaitu kesultanan Banten yang di revitalisasi oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, kemudian ziarah ke makam Sultan Hassanudin Banten, kuliner khas banten dan secara simbolis menanam bibit tumbuhan di kawasan wisata halal baduy outbound.

Dalam kesempatan ini juga dari Kementrian Agama yang diwakili Waryono akan melihat hasil pertanjan budi daya yang di bina oleh FSPP sekitar Pandeglang, Serang dan Lebak.
“Kehadiran Direktur Pondok Diniyah dan Pondok Pesantren juga ada yang sangat penting yaitu bahwa pesantren sekarang di bawah UU dan memiliki kesamaan dengan lembaga pendidikan umum sampai diniyah , aliyah untuk sarjana nya pesantren bisa ambil bagian yaitu Mahad Ally,” jelas Hasan.
“Sehingga lulusan pesantren nantinya punya ijazah sarjana sehingga bisa menguatkan pembangunan indonesia ekonomi syariah dan ketahanan pangan berbasis pondok pesantren dan komunitas,” tutup Hasan.






