INAnews.co.id, Tangerang Selatan – Hari pencoblosan Pilkada 2020 dilaksanakan serentak di wilayah Indonesia untuk menentukan pimpinan kepala daerahnya baik Bupati/ Walikota.
Diitengah wabah pandemi covid-19, hajatan politik tetap digelar Pilkada Serentak. Masyarakat menyadari betapa beratnya tahun ini, ada rasa khawatir adanya penularan COVID-19 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan disisi lain hak politik di Pilkada menentukan Pemimpin mereka lima tahun kedepan.
Tetapi Pilkada harus dilaksanakan dan ini menjadi ujian yang harus dijalani dengan mengikuti aturan protokol kesehatan yang ketat.
Kota Tangerang Selatan juga mengelar Pilkada 2020, dan pemerintah daerah tentunya sudah mewanti-wanti untuk penerapan dan pengketatan Protokol Kesehatan (prokes), salah satunya, didalam undangan sudah disertakan jam setiap pemilih dengan tujuan tidak terjadi penumpukan masyarakat di TPS.

Ditemui media usai menggunakan hak pilihnya di TPS 76 Perumahan Villa Dago Tol, Rabu (09/12/2020), Budi Prayogo menyampaikan harapannya, mudah -mudahan Pemilukada ini berjalan dengan lancar, semua dijaga kesehatan, baik panitia maupun masyarakat.
“Mudah-mudahan, Tangerang Selatan yang saat ini masih status merah berangsur – angsur kembali jadi kuning dan hijau, sehingga kita bisa menjalani kembali kehidupan normal seperti sediakala.”katanya.
Menurutnya, pelaksanaan Pemilukada ada perubahan yang signifikan. “Alhamdulillah, masyarakat sudah teredukasi dengan baik dimana, tidak terlihat adanya masyarakat yang berkumpul atau bergerombolan di TPS ini, karena waktunya sudah diatur dalam melaksanakan pencoblosan,” ujarnya.
Menurut Budi Prayogo, ini terlaksana, karena sudah sering diingatkan dan atau disosialisasikan oleh KPPS, RW dan RT kepada warganya, untuk datang tepat waktu sesuai jadwal yang tertera di surat pemilih dan diingatkan tidak bergerombol saat di TPS.
“Untuk warga perumahan Villa Dago Tol, kata Budi menambahkan, dengan jumlah 487 pemilih, saya melihat partisipasi dan semangat warga khususnya di perumahan vila dago tol sangat baik dimana warga mengikuti aturan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19.
“Kita lihat tadi, warga tetap menjaga jarak, dan mencuci tangan dan diperiksa suhu tubuh sebelum memasuki TPS. Pihak KPPS juga memberikan sarung tangan sekali pakai, dan ditetes tinta usai melakukan pencoblosan.”jelasnya.
Saat ditanya, perlukah warga Tangsel dengan KTP diluar Tangsel kedepannya merubah kependudukannya?
Menyikapi hal tersebut, Budi Prayogo yang juga anggota DPRD Provinsi Banten di Komisi I, menyampaikan, kedepan memang sebaiknya pemerintah daerah di Tangerang Selatan secara konsisten memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang tinggal di Tangerang Selatan supaya surat menyuratnya (kependudukannya) juga dipindah ke Tangerang Selatan.
Hal ini, untuk memberikan hak politiknya seperti saat Pilkada saat ini, mereka dapat menggunakan hak pilihnya.
Selain itu, juga akan memudahkan banyak hal, terkait dengan administrasi kependudukan.
Memang kedepan diperlu ada regulasi, baik dari Pemkot dan Pemprov untuk memberikan intensif bagi masyarakat yang mau memindahkan KTPnya atau surat kependudukannya dari luar daerah ke Tangerang Selatan, supaya masyarakat itu terangsang untuk tinggal di Tangerang Selatan.
” Khan kepindahan bukan sekedar kebanggaan saja, tetapi juga diperlukan insentif seperti keringanan PBB atau keringanan pajak kendaraan sehingga ada rangsangan kepada masyarakat untuk memindahkan kependudukannya ke Tangerang Selatan.”pungkas Budi Prayogo.
Pantauan media dilokasi, ada dua TPS di perumahan Villa Dago khususnya di lapangan merak RW 20 yaitu TPS 74 dan 75 dengan total 487 pemilih mengikuti aturan protokol kesehatan. Warga terlihat mengatur jarak saat masuki TPS. Dan terlihat juga, pihak keamanan dari unsur TNI-Polri dibantu Linmas menjaga area TPS agar pelaksanaan pencoblosan dapat berjalan tertib dan aman. (lgg)






