Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

SOSDIKBUD

Warga Binaan Lapas Salemba Dibekali Pelatihan Teknik AC dan Menjahit

badge-check


					Warga Binaan Lapas Salemba Dibekali Pelatihan Teknik AC dan Menjahit Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan  Kelas II A, Salemba Jakarta Pusat diberikan pelatihan menjahit dan membersihkan pendingin ruangan (AC).

Kegiatan tersebut dilakukan bersama Dinas Ketangakerjaan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk membekali warga binaan lapas Salemba setelahnya mereka bebas dari tahanan.

Kepala Lapas Klas II A Salemba, Yosafat Rizanto mengatakan pelatihan ini kerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan Transmigrasi dan Energi (Nakertrans-E) DKI Jakarta dan Baziz Nasional.

“Yang mengikuti pelatihan ada 40 warga binaan, terbagi 20 pelatihan menjahit dan 20 membersihkan AC,” ucap Yosafat di Lapas Salemba, Jakarta Pusat, Rabu 17 Februari 2021.

Yosafat sampaikan pelatihan ini diberikan kepada warga binaan yang memenuhi sejumlah kriteria.

Di antaranya, berkelakuan baik dan memiliki sisa masa tahanan 2-3 tahun.

“Nanti jika mereka bebas dari lapas, warga binaan sudah dibekali dengan keterampilan menjahit dan teknik AC, dan juga akan mendapat mesin jahit dan alat service AC. Tujuannya agar mereka punya bekal keterampilan untuk dimanfaatkan sebagai peluang usaha,” ucap Yosafat.

 

Menurut Yosafat suksesnya pembinaan warga di lapas ada 3 faktor, yakni Petugas , Narapidana dan Masyarakat.

Yosafat berharap pelatihan ini membuat warga binaan tidak lagi terlibat kejahatan dan menjadi masyarakat produktif saat bebas.

Sebelumnya menurut Yosafat warga binaan juga sudah banyak diberikan pelatihan soal membuat barang olahan limbah agar menjadi barang nilai jual di pasaran.

Seperti pembuatan sandal hotel, sofa dari limbah botol, budidaya pertanian dan ternak, dan itu bisa menghasilkan nilai jual.

“Pelatihan menjahit dan teknik AC ini adalah yang pertama di tahun ini, sebab untuk mengisi kegiatan  warga binaan di masa pandemik, sebab untuk pembuatan prakarya yang telah kami lakukan sudah berkurang karena permintaan pasar sedikit,” ucap Yosafat.

Sebagai catatan Yosafat Rizanto sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas IIB , Sukabumi, kemudian Yosafat juga pernah menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin dan Grobokan , Bali.

Dari pertemuan dengan Redaksi INAnews, disampaikan jika Ia sudah melakukan beberapa perubahan bersama jajarannya Kelik Sulistiyo selaku Kepala Satuan Penanganan Lapas.

“Diantaranya kita juga menerapkan kebersihan lapas semua sudut bagian lapas mulai wc, lantai , saluran air sampai selokan dan tempat sampah kita bersihkan, selama siang malam, tujuannya agar warga binaan terhindar dari penyakit dan terciptanya kenyamanan warga,” sambut Kelik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

9 Januari 2026 - 22:52 WIB

Masyarakat Sipil Harus Dikuatkan

6 Januari 2026 - 11:10 WIB

YLBHI Sebut Pemerintah Prabowo Inkompeten Tangani Bencana Sumatra

5 Januari 2026 - 17:21 WIB

Populer SOSIAL