Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

SOSDIKBUD

Raysha dan Sunrise Art Gallery Gelar Pameran Lukisan

badge-check


					Raysha dan Sunrise Art Gallery Gelar Pameran Lukisan Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta- Raysha Management Team dan Sunrise Art Gallery menghadirkan A Charity Art Exhibition, bertajuk Dare to Dream, Dare to shine & Dare to Share di Sunrise Art gaolery yang berlokasi di Hotel Fairmont Jakarta.

Mengawali pameran lukisan ini, digelar launching Secara Virtual sebagai karya seni yang ditampilkan secara resmi dalam showcase Sunrise Art Gallery, pada Kamis 04/03/2021.

Acara ini dihadiri oleh beberapa tamu undangan dengan menerapkan protokol Kesehatan secara ketat, dan disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Autism World Raisya.

Rencananya Pameran lukisan ini akan digelar selama sebulan, mulai 5 Maret hingga 4 April 2021 mendatang ini, menampilkan 17 lukisan karya Raysha Dinar Kemal Gani, pelukis remaja berusia 17 tahun, yang didiagnosa severe autism pada usia 2,5 tahun.

Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR yang juga Founder & CEO LSPR Communication and Business Institute,sebagai ibu dari Raysha mengungkapkan bahwa  “Raysha sebenarnya lebih menyukai aktivitas di luar ruangan. Antara lain, bersepeda, ice skating, dan berenang. Namun karena pandemi, kami mencoba memberikan kegiatan indoor, seperti melukis. Ternyata, melukis yang baru setahun ini ditekuni, sangat dinikmati Raysha. Dalam seminggu, ia bisa menghasilkan karya lukisan yang baru.”

Selanjutnya Prita menambahkan, Sebagai individu dengan gangguan sindrom autisma (autistik),Raysha juga memiliki kendala dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, Raysha kesulitan konsentrasi, muncul rasa cemas, hingga kendala di motorik dan sensorik. Kegiatan melukis adalah salah satu terapi yang dilakukan Raysha.

“Acara ini dihadirkan untuk membantu dan mendukung anak-anak autisme dari keluarga pra-sejahtera, agar mendapatkan terapi yang sesuai dengan kebutuhannya. Sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama menerima dan membantu keberlangsungan hidup anak-anak autisme di sekitar kita. Let Us Become The Agent of Voice for Voiceless,” tutup Prita Kemal Gani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Perkuat Silaturahmi, Kedubes UEA Serahkan Simbol Tradisi dan Persahabatan di Masjid Al-Amin Kemenkeu

23 Februari 2026 - 21:09 WIB

UBN Ajak Bangkitkan Aceh di Ramadan

17 Februari 2026 - 13:25 WIB

BMH: Ramadhan Bahagia dengan Berzakat

16 Februari 2026 - 15:59 WIB

Populer SOSIAL