Menu

Mode Gelap
Polri Catat Rekor: Sita 590 Ton Narkoba Senilai Rp1 Triliun Kapolri Pilih Mundur dan Jadi Petani daripada Polri di Bawah Menteri Tiga Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia ALTARA Sepatu Trail Running Siap Menjangkau Kebutuhan Pelari Trail Dan Pegiat Luar Ruangan Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi Istana Tanggapi Mens Rea: Nikmati sebagai Stand Up Comedy

SOSDIKBUD

Angkat Kompetensi Pekerja, Disnakertrans NTB Gelar Pelatihan Kerja Pola Magang

badge-check


					Angkat Kompetensi Pekerja, Disnakertrans NTB Gelar Pelatihan Kerja Pola Magang Perbesar

INAnews.co.id, Mataram –Ada dua kata kunci untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ke-7 terbesar di dunia, pada tahun 2030 nanti.

” Pertama, kita harus mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Dan kedua, meningkatkan daya saing pekerjanya,” ujar Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Muhammad Ali, SS, Ph.D pada acara Pembukaan Pemagangan Dalam Negeri Destinasi Wisata Prioritas dan Dekonsentrasi Tahap Kedua Tahun 2021 di Hotel Aston Inn, Senin 28 Juni 2021.

Lebih Lanjut, Ali menegaskan untuk mewujudkan pekerja yang berdaya saing tinggi dalam merebut pasar kerja global, maka pelatihan kerja yang link and match dengan industri, dinilainya sangat efektif. Ia menyebut berdasarkan data MacKenzie untuk mencapai posisi 7 besar, Indonesia harus memiliki 113 juta tenaga kerja potensial, dengan jumlah tenaga kerja potensial saat ini, maka setiap tahun Indonesia harus mencetak 3,2 juta tenaga kerja kompeten.

Muhammad Ali mengatakan Tahun 2030 Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi. Pemerintah harus memastikan bonus demografi ini tidak menjadi bencana demograsi. “Oleh karena itu, kita juga harus memastikan Generasi milenial dan Generasi Z sebagai generasi dengan populasi 53% dari seluruh penduduk Indonesia memiliki kompetensi yang cukup sehingga bisa mendapatkan pasar kerja yang kompetitif. Selain itu pemerintah juga ikut andil dalam membuka peluang investasi baik dari luar dan dalam negeri untuk membuka lapangan pekerjaan bagi para tenaga kerja kompoten,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas tenaga kerja dan transmigrasi Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi. Diakuinya ditengah situasi pandemi tidak mudah melaksanakan pelatihan. Jadi kita harus duduk bersama, dengan meninggalkan ego sektoral dan mengubah mindset untuk mau menyamakan persepsi antara stakeholders, baik dari pemerintah, dunia industri maupun Lembaga Pelatihan Kerja dan dunia pendidikan agar bisa menemukan jalan keluar.

“Baik dalam mengatasi permasalahan yang ada maupun mengembangkan program inovasi yang mampu mendorong percepatan terwujudnya SDM yang kompeten”, terangnya.

Mantan Irbansus pada Inspektorat Provinsi NTB itu menyebut salah satu Program Unggulan sebagai Wujud komitmen pasangan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr.Hj. Siti Rohmi Djalilah dalam penyiapan calon tenaga kerja kompeten adalah Program unggulan Re-engineering SMK. Nantinya lulusan SMK tidak perlu lagi mengikuti pelatihan di BLK atau Lembaga Pelatihan Kerja.

“Jadi, sekolah harus memiliki kurikulum di mana setelah siswa menyelesaikan materi di sekolah, mereka bisa melaksanakan pemagangan di Industri. Dengan demikian target 3,2 juta untuk mencapai tenaga kerja kompeten per tahun dapat segera terwujud,” ujar mantan Kafiskominfotik NTB itu.

Mewakili Gubernur Dr. Zulkieflimansyah, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Dirjen Bina Pelayihan Vokasi dan Produktivitas Kemenaker RI yang telah menambah jumlah peserta untuk Pemagangan Destinasi Prioritas Pariwisata KEK Mandalika tahun 2021.

Kadisnakertrans yang mewakili Gubernur NTB dalam pembukaan tersebut, berharap peserta pemagangan dapat memanfaatkan momen pemagangan yang diberikan oleh pemerintah untuk betul-betul melengkapi diri dengan skill yang kompeten. Sehingga,setelah menyelesaikan pemagangan dapat terserap di dunia industri bahkan membuat usaha sendiri.

Pada kesempatan yang sama, Naktika Sari Dewi, SE, MM selaku Ketua Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan melaporkan total pemagangan tahap kedua diikuti 190 peserta dengan rincian 100 peserta untuk pemagangan dalam negeri dan 90 peserta untuk program pemagangan destinasi super prioritas KEK Mandalika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Adian Husaini: Fikih Dakwah Natsir Jadi Solusi Atasi Bencana di Indonesia

15 Januari 2026 - 19:12 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

5 Januari 2026 - 08:31 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

Rumah Proses Wayang Kautaman Sukses Menampilkan Pagelaran Kolaborasi “Sayap Jatayu “

16 November 2025 - 20:44 WIB

Populer BUDAYA