INAnews.co.id, Jakarta – Paguyuban GEPKES (Gerakan Pengemudi KIKES) sebagai FSB KIKES yang tergabung dalam Konferedasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), menyebut tindakan perusakan dan penganiayaan yang dilakukan pengemudi Pajero terhadap sopir truk kontener merupakan bentuk pelanggaran hukum yang serius dan sebuah intimidasi yang tidak bisa ditolerir.
Sebelumnya, sebuah video viral dimana seorang sopir truk kontainer diduga dianiaya oleh pengendara lain di Jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara, pada Sabtu (26/6/2021). Selain itu, truk kontainer juga dirusak. Kaca depan dipecahkan pengendara yang menganiaya sopir truk tersebut. Peristiwa tersebut terekam oleh pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian. Video rekaman tersebut pun viral di media sosial Instagram. Dalam video rekaman yang diunggah akun @romansasopirtruck, kejadian ini bermula ketika mobil Pajero Sport berhenti depan truk kontainer. Tak lama kemudian, pengendara Pajero naik ke pintu depan truk sambil membawa tongkat pemukul atau stik.
Sekjend DEN KSBSI Dedi Hardianto yang juga sekaligus sebagai penasehat Paguyuban KIKES menegaskan ” Agar siapa pun pengemudi pajero tersebut harus diproses pidana. Dia menilai perbuatan itu menunjukkan arogansi dan sudah keterlaluan. Apa yang dilakukan oleh pengemudi pajero jelas itu masuk pidana kekerasan terhadap orang.
Selanjutnya Dedi yang juga berprofesi sebagai pengacara dan sekarang menjabat Sekjend DEN KSBSI, meminta kepada polisi untuk tegas mengusut kasus tersebut. Apabila hal ini dibiarkan, menurutnya perbuatan yang dilakukan pengemudi pajero dapat menjadi contoh buruk di masyarakat. Pelaku bisa dikenakan pasal 351 pasal penganiayaan, kemudian pasal 335 ayat (2) perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kekerasan.
Dalam dalam wawancara dengan Dedi Hardianto Sekjend DEN KSBSI, Senen (28/6/2021) pasca viralnya penganiayaan yang dilakukan sopir pajero terhadap sopir truk kontener, Dedi menjelaskan Kecelakaan lalu lintas sering terjadi karena kelalaian pengendara itu sendiri, salah satu penyebabnya karena meluapnya emosi atas kondisi di jalan ataupun dengan sesama pengendara. Perlu diketahui bahwa emosi saat berkendara adalah tindakan yang membahayakan diri Anda dan tidak penting untuk dilakukan. Penting bagi pengendara untuk meredam emosi saat berkendara.
“Pasanglah niat untuk menjadi orang yang sabar sebelum berangkat berkendara. Ini penting karena akan menjadi pengingat bagi kita, saat mulai terpancing emosi oleh keadaan di jalan raya atau karena kesalahan pengguna jalan lainnya. Bayangkan akibat-akibat buruk yang mungkin terjadi jika kita meluapkan amarah di jalanan. Kita bisa celaka, orang lain bisa celaka dan dengan marah-marah di jalanan akan membuat kita terlihat buruk atau bahkan seperti monster jahat di mata orang lain. Tidak ada kebaikan yang akan di peroleh dengan marah-marah di jalanan.” Pungkas Dedi Hardianto.






