Menu

Mode Gelap
Direktur Utama BEI Mengundurkan Diri usai Insiden Dua Hari Lalu Sidang TPPU Hasbi Hasan: Integritas Jaminan Hakim Bebas Intervensi Legitimasi Pemerintah 80 Persen Vs Demokrasi 20 Persen Marak Makelar Dapur MBG, Kepala BGN Diminta Turun Lapangan Tinjau Dapur 3 T Amien Rais Kritik Rencana Pembukaan Kebun Sawit Baru di Tengah Ancaman Banjir Rayakan Momen Lebaran Penuh Harmoni: Manzone & Minimal Luncurkan Koleksi Sarimbit Eksklusif Bersama Rezky Aditya dan Citra Kirana

HUKUM

Personel Pos Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Bantu Warga Pasang Pipa Air Bersih

badge-check


					Personel Pos Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Bantu Warga Pasang Pipa Air Bersih Perbesar

INAnews.co.id, NTT – Musim kemarau disebagian wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur memberikan dampak yang sangat dirasakan oleh masyarakat termasuk di wilayah Kabupaten Belu.

Untuk mengantisipasi itu, dua pos jajaran Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 742/SWY bergotong royong membantu masyarakat memasang pipa air bersih dari sumber air.

Adapun dua pos tersebut yakni personel Pos Lakmaras membantu pemasangan pipa di Desa Leowalu dan personel Pos Fatubesi membantu masyarakat memasang pipa dan pompa air dengan tenaga surya (solar cell) di Desa Takirin Kecamatan Tasifeto Timur.

Terlihat masyarakat dan personel TNI di dua lokasi yang berbeda kompak dan bersama-sama mengatasi kesulitan air bersih.

Terkait dengan itu, Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur di Mako Satgas Pamtas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat, Sabtu (31/7/2021) mengatakan memasuki musim kemarau ini, beberapa wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste sudah mulai kering karena debet air berkurang.

Hal itu, menurut Dansatgas, menjadi perhatian kita bersama sehingga pihaknya berupaya membantu masyarakat dan mencari sumber air bersih untuk meringankan warga dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.

“Kebetulan Pangdam IX/Udayana memiliki program pompa hidram yang bisa digunakan untuk mengalirkan air dari sumber air hingga jarak 2 km tanpa menggunakan tenaga listrik,” ujarnya.

Namun setelah dilakukan pengecekan di beberapa lokasi di 20 pos jajaran, sambungnya, sekitar dua tempat yang bisa dipasang pompa hidram yakni di di Pos Mahein dan Pos Maubusa.

“In syaa Allah akan kami cek ulang bersama teknisi karena debet air harus tetap mengalir secara terus menerus minimal 45-80 liter per menit dengan kemiringan minimal 35-45 derajat,” ungkap Bayu Sigit.

“Jika ini terpasang maka bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih bahkan untuk mengairi sawah mereka,” pungaksnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Sidang TPPU Hasbi Hasan: Integritas Jaminan Hakim Bebas Intervensi

30 Januari 2026 - 14:20 WIB

Lebih dari 300 Izin Tambang di Pulau Kecil Langgar UU

29 Januari 2026 - 23:27 WIB

Mempertanyakan Pertanggungjawaban Dana Jaminan Reklamasi Tambang

29 Januari 2026 - 21:24 WIB

Populer HUKUM