Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

METRO

Terra Drone, ITB dan ITENAS Lakukan Kerjasama Penelitian Situs Purbakala Menggunakan Drone LiDAR

badge-check


					Dosen, mahasiswa dan tim Terra Drone di area Gua Pawon Perbesar

Dosen, mahasiswa dan tim Terra Drone di area Gua Pawon

INAnews.co.id, Bandung – Terra Drone Indonesia beberapa waktu lalu melakukan kerjasama penelitian dengan dua instansi pendidikan yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Nasional (ITENAS), pada situs purbakala Gua Pawon seluas 7 hektar yang berlokasi di Kampung Cibukur, Gunung Masigit, Kec. Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Hasil data LiDAR berupa point cloud dari Gua Pawon

Penelitian tersebut menggunakan drone milik Terra Drone yakni Terra LiDAR (Light Detection and Ranging), bertujuan untuk mengetahui perbandingan data dari teknologi LiDAR dan 3D model foto udara dengan objek gua yang nantinya akan dimuat dalam skripsi dan disertasi mahasiswa, sekaligus penelitian dosen ITB. Di beberapa negara, penelitian situs purbakala menggunakan drone LiDAR ini sudah banyak dilakukan oleh instansi pendidikan dan penelitian khususnya bidang geodesi dan geologi.

Pada dasarnya, metode survei LiDAR bekerja dengan cara memancarkan jutaan titik sinar laser ke target di permukaan bumi, kemudian sinar laser tersebut dipantulkan kembali ke sensor yang nantinya menghasilkan representasi tiga dimensi digital. Pengambilan data pada situs purbakala ini memakan waktu lebih cepat dari bayangan sebelumnya, yakni hanya 1 hari.

Hal tersebut karena teknologi drone yang digunakan, dapat masuk ke gua dengan leluasa, mudah dan cepat. Selain itu sensor LiDAR yang digunakan juga memiliki kemampuan pengambilan data dengan sangat akurat dan efektif dalam sekali terbang. Penggunaan Terra LiDAR untuk penelitian Gua Pawon dengan area yang luas seperti ini, jauh lebih hemat dibandingkan dengan metode lain seperti penggunaan pesawat atau survey darat.

Dalam pengoperasiannya, drone diterbangkan sebanyak 3 kali dengan durasi 15 menit sekali terbang, di ketinggian 50 meter dengan teknik follow terrain pada area Gua pawon. Teknik flight follow terrain dengan orientasi utara selatan dan barat timur, atau cross grid dengan groundspeed 4 m/s. Data yang dihasilkan dari Terra LiDAR ini berupa point cloud yang dapat digunakan untuk 3D modelling, Digital Surface Model (DSM) hingga Digital Terrain Model (DTM). Mahasiswa dan dosen yang ikut dalam penelitian ini sangat puas akan data drone yang hasilkan.

Dalam konferensi persnya secara tertulis pada Jumat (12/11/2021) Michael Wishnu Wardana, selaku Managing Director Terra Drone Indonesia mengungkapkan, “Kerjasama Terra Drone Indonesia dan instansi pendidikan sudah sering terjalin, dan Terra Drone akan selalu mendukung berbagai penelitian yang berhubungan dengan pemetaan dan drone.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Perkuat Solidaritas HIPPERPALA Indonesia Gelar Silaturahmi Camp

1 Januari 2026 - 23:09 WIB

INKOPPAS Galang Kekuatan Pasar Tradisional Hadapi Era Digital

25 Desember 2025 - 22:54 WIB

Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Kosmik di Hotel 88 Mangga Besar VIII

19 Desember 2025 - 12:55 WIB

Populer GAYA HIDUP