Menu

Mode Gelap
Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

METRO

Terra Drone, ITB dan ITENAS Lakukan Kerjasama Penelitian Situs Purbakala Menggunakan Drone LiDAR

badge-check


					Dosen, mahasiswa dan tim Terra Drone di area Gua Pawon Perbesar

Dosen, mahasiswa dan tim Terra Drone di area Gua Pawon

INAnews.co.id, Bandung – Terra Drone Indonesia beberapa waktu lalu melakukan kerjasama penelitian dengan dua instansi pendidikan yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Nasional (ITENAS), pada situs purbakala Gua Pawon seluas 7 hektar yang berlokasi di Kampung Cibukur, Gunung Masigit, Kec. Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Hasil data LiDAR berupa point cloud dari Gua Pawon

Penelitian tersebut menggunakan drone milik Terra Drone yakni Terra LiDAR (Light Detection and Ranging), bertujuan untuk mengetahui perbandingan data dari teknologi LiDAR dan 3D model foto udara dengan objek gua yang nantinya akan dimuat dalam skripsi dan disertasi mahasiswa, sekaligus penelitian dosen ITB. Di beberapa negara, penelitian situs purbakala menggunakan drone LiDAR ini sudah banyak dilakukan oleh instansi pendidikan dan penelitian khususnya bidang geodesi dan geologi.

Pada dasarnya, metode survei LiDAR bekerja dengan cara memancarkan jutaan titik sinar laser ke target di permukaan bumi, kemudian sinar laser tersebut dipantulkan kembali ke sensor yang nantinya menghasilkan representasi tiga dimensi digital. Pengambilan data pada situs purbakala ini memakan waktu lebih cepat dari bayangan sebelumnya, yakni hanya 1 hari.

Hal tersebut karena teknologi drone yang digunakan, dapat masuk ke gua dengan leluasa, mudah dan cepat. Selain itu sensor LiDAR yang digunakan juga memiliki kemampuan pengambilan data dengan sangat akurat dan efektif dalam sekali terbang. Penggunaan Terra LiDAR untuk penelitian Gua Pawon dengan area yang luas seperti ini, jauh lebih hemat dibandingkan dengan metode lain seperti penggunaan pesawat atau survey darat.

Dalam pengoperasiannya, drone diterbangkan sebanyak 3 kali dengan durasi 15 menit sekali terbang, di ketinggian 50 meter dengan teknik follow terrain pada area Gua pawon. Teknik flight follow terrain dengan orientasi utara selatan dan barat timur, atau cross grid dengan groundspeed 4 m/s. Data yang dihasilkan dari Terra LiDAR ini berupa point cloud yang dapat digunakan untuk 3D modelling, Digital Surface Model (DSM) hingga Digital Terrain Model (DTM). Mahasiswa dan dosen yang ikut dalam penelitian ini sangat puas akan data drone yang hasilkan.

Dalam konferensi persnya secara tertulis pada Jumat (12/11/2021) Michael Wishnu Wardana, selaku Managing Director Terra Drone Indonesia mengungkapkan, “Kerjasama Terra Drone Indonesia dan instansi pendidikan sudah sering terjalin, dan Terra Drone akan selalu mendukung berbagai penelitian yang berhubungan dengan pemetaan dan drone.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung

26 Februari 2026 - 15:59 WIB

Promo Ramadhan “Iftar Delight” 2026 di HARRIS Bekasi, Buka Puasa Sepuasnya Mulai Rp165.000 net & Pay 5 Get 6

17 Februari 2026 - 13:43 WIB

Rayakan 18 Tahun tvOne Hadirkan Dialog Kebangsaan dan Special Event “Menyalakan Harapan, Menatap Masa Depan”, serta Damai Indonesiaku Special, Doa Untuk Negeri, Bersama Ustd Abdul Somad

13 Februari 2026 - 00:02 WIB

Populer GAYA HIDUP