Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Penjelasan BMKG Kupang Soal Fenomena Solstis Desember

badge-check


					Maria Seran. Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang  ( foto : istimewa) Perbesar

Maria Seran. Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang ( foto : istimewa)

INAnews.co.id , NTT – Kondisi cuaca di wilayah NTT pada hari ini 21 Desember 2021, pada pagi hari umumnya cerah berawan hingga Berawan.

Namun pada siang hingga sore hari berpotensi terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Lembata, Alor, Belu, TTU, Malaka, TTS, Kab.Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao , Sabu, Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya.

Pada malam hari umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan.

Sesuai informasi dari BMKG NTT Maria Seran, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang.

“Saat ini posisi matahari berada di Belahan Bumi Selatan (BBS) menyebabkan Indonesia pada umumnya sudah memasuki musim hujan termasuk NTT,” kata Maria pada selasa 21 Desember 2021, kepada INAnews.

Maria jelaskan, terkait berita tanggal 21 Desember akan ada fenomena titik balik matahari atau biasa disebut solstis Desember, terjadi saat belahan bumi selatan condong ke arah matahari dan belahan bumi utara menjauhi matahari.

Dampaknya, belahan bumi selatan yang condong menghadap matahari ini maka waktu siang dan sore harinya akan terasa lebih panjang dibandingkan waktu malam yang terasa lebih pendek
fenomena solstis terjadi 2 kali dalam setahun dan bukanlah fenomena yang berbahaya dan tidak menyebabkan bencana.

Menjawab berita yang beredar di masyarakat terkait badai di selatan pulau timor, memang terpantau adanya suspect area yang diindikasikan akan muncul di Laut Arafura, berdasarkan model NWP dalam 24 jam kedepan akan mulai terpantau adanya sirkulasi siklonik di lapisan bawah hingga menengah.

“Namun demikian polanya masih cukup melebar. Diperkirakan dalam 3 hari ke depan suspect area akan menguat cukup signifikan diindikasikan dengan semakin menguatnya pola sirkulasi dan kecepatan angin,” jelas Maria.

Suspect area mempunyai kecenderungan bergerak ke arah barat daya ke selatan NTT, perairan utara Australia.

Potensi menjadi siklon tropis dalam 48-72 jam kedepan cukup tinggi berdasarkan data model NWP, namun kemungkinan berada di luar AoR TCWC Jakarta.

Peringatan dini terkait dampak hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi perlu di waspadai dalam beberapa hari kedepan terutama wilayah NTB, Maluku bagian selatan dan NTT.

 

 

Reporter : Dance Henukh

Editor : M. Helmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Keterlibatan Pemerintah dalam Teror YouTuber Diragukan

7 Januari 2026 - 16:44 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Populer NASIONAL