INAnews.co.id, Pontianak – Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak tampak sepi.
Hari raya yang merupakan rangkaian terakhir dari tahun baru Imlek ini seperti tak diminati oleh umat Budha untuk melakukan sembahyang di Vihara.
“Pandemi yang masih ada membuat kita juga membatasi umat datang ke Vihara. Apalagi sekarang ada varian baru virus omicron. Kita kuatir ada penularan yang dapat menyebabkan semakin buruknya situasi terutama di Kota Pontianak”, ungkap Hok Min, Pengurus Vihara Paticca Samuppada Pontianak, kepada INAnews, selasa 15 Pebuari 2022.
Hok Min mengatakan sedih atas situasi pandemi yang hingga kini belum juga usai. Vihara yang biasanya di penuhi oleh umat setiap tahun hanya ada beberapa orang saja yang datang untuk melakukan doa.

“Saya berdoa semoga (pandemi covid) cepat berakhir, agar tahun depan banyak umat datang ke Vihara untuk melakukan kewajiban sebagai umat Budha”.
Ia juga mengatakan tidak ada tradisi membakar reflika naga sebagai penutup tahun baru Imlek, karena tidak ada reflika naga yang dibuat oleh Vihara di masing-masing tempat yang biasanya setiap perayaan Cap Go Meh akan dibawa ke tempat pembakaran setelah terlebih dahulu diarak di pusat kota atau sepanjang jalan Gajah Mada, Pontianak.
“Mau camane agi, kite ndak bise paksekan,” tutupnya dengan dialek Melayu Pontianak.
Reporter : Antonius






