Menu

Mode Gelap
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

UPDATE NEWS

Sidak Gudang , DPRD Rotendao Duga Ada Mafia Jaringan Pupuk

badge-check


					Sidak Gudang , DPRD Rotendao Duga Ada Mafia Jaringan Pupuk Perbesar

INAnews.co.id, Rote Ndao– DPRD Kabupaten Rote Ndao melaksanakan Reses guna melihat langsung keluhan masyarakat yang dikeluhkan masyarakat.

Diantaranya anggota DPRD yakni Paulus Henuk Wakil DPRD Kabupaten Rote Ndao, Charli Lian, Feki bulan, Alex fiah, Helmi Tolla, Ayar Mahmud, Mes Lonak, Pak Usu Adu, Yan Manafe, Papi Manafe, dan staf.

Menurut Paulus Henuk, Rabu 9 Februari 2022 kepada media mengatakan dirinya bersama rekan anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao yang ikut sidak gudang pupuk.

Dalam sidaknya di gudang Produsen di Pantai Baru ditemukannya puluhan ton pupuk dan ribuan karung bekas pupuk urea setara 450 ton yang diduga masa edarnya kadaluarsa yakni juli 2021 dan kemudian diganti dengan karung baru.

Diduga pupuk yang kadaluarsa tersebut diganti karung dengan tulisan masa edar sampai 2025.

Kemudian disampaikannya juga oleh Paulus , setelah diganti karung sekira 130 ton ditebus distributor dan dijual kepada petani melalui pengecer.

Dalam sidak juga diduga sebanyak 320 ton pupuk urea kadaluarsa dan diganti karung baru dengan masa edar sampai dengan tahun 2025 dikirim kembali ke Kupang, padahal seharusnya menjadi jatahnya petani di Rote Ndao.

Disampaikan juga oleh Paulus sesungguhnya selama ini stock pupuk tersedia pada tingkat produsen namun distributor dan pengecer tdk proaktif menebus pupuk dari produsen.

Diduga Ada Jaringan Mafia Pupuk

Berdasarkan temuan tersebut di atas Paulus langsung menghubungi pihak Polres Rote Ndao dan Polsek Pantai Baru untuk melakukan penyelelidikan dan Penyidikan atas dugaan mafia pupuk untuk di proses secara hukum.

“Bagi saya, ini adalah momentum untuk kita sama- sama bergandengan tangan memberantas mafia pupuk termasuk mafia BBM di Rote Ndao karena ada uang negara yang menjadi hak masyarakat petani dan rakyat pada umumnya,” ucap Paulus dalam video yang diterima Redaksi pada Kamis 10 Februari 2022.

” Mari kita stop penderitaan petani, tidak boleh ada pihak yang ikut menindas petani, jangan lagi membohongi dan mengorbankan petani. Ingat, bahwa kita semua makan dari hasil kerja dan keringat para petani. Kita boleh punya uang, punya mas, punya gedung, tanah dan harta lainnya tapi tanpa beras yang dihasilkan dari sawah para petani maka mungkin saja kita belum tentu ada seperti hari ini,” tegasnya.

Paulus minta para pihak jangan hanya lips service seakan peduli petani dengan narasi yang bagus di atas kertas, namun fakta lapangan justru kita biarkan petani bertahun-tahun menderita.

“Saya perlu ingatkan kembali para pihak yang berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani agar tidak main-main lagi.
Apabila sampai minggu depan masih ada isu lagi bahwa stok pupuk tidak ada maka kami dprd akan kembali bersama petani mendatangi gudang para distributor dan produsen untuk mengambil langsung pupuk yang berada di gudang. Saya sudah sampaikan langsung hal ini kepada penyidik polres Rote Ndao,” ucap Paulus.

“Saya juga minta pihak Kejaksaan Rote Ndao agar membantu memantau tata niaga pupuk dan BBM subsidi di Rote Ndao. Ada uang negara disitu yang tidak boleh disalahgunakan.
Rote Ndao membutuhkan penegakan hukum yang adil bagi semua pihak. Hukum harus tegak ke semua arah. Tidak boleh tajam ke bawah tumpul ke atas,” ucapnya.

“Sangat memalukan hal seperti ini kita biarkan bertahun-tahun dan seakan kita tidak mampu urus pupuk. Bagaimana kita bisa sejahterakan rakyat kalau urus pupuk saja kita tidak mampu?
Mari tunjukkan niat baik kita dan jangan hanya bisa lakukan hal-hal yang seremoni belaka. Mari kita buktikan bahwa kita bergandengan tangan menyesaikan berbagai soal secara serius, tuntas, profesional, transparan dan bebas KKN,” lanjut Paulus.

 

 

Penulis : Dance henukh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Keterlibatan Pemerintah dalam Teror YouTuber Diragukan

7 Januari 2026 - 16:44 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Populer NASIONAL