Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Tips Dapat Cuan Ditengah Keruntuhan Pasar Kripto

badge-check


					Tips Dapat Cuan Ditengah Keruntuhan Pasar Kripto Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Sepanjang awal tahun 2022, market aset kripto mengalami penurunan yang signifikan, jika dibandingkan pada November tahun lalu.

Market dikejutkan oleh beberapa kejadian besar yang berdampak pada anjloknya nilai sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar (big cap), seperti Bitcoin, Ethereum, Tether dan lainnya.

Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, melihat saat ini investor memang cenderung merespons negatif dan bersikap wait and see terkait sejumlah peristiwa global yang
membuat nilai Bitcoin dan aset kripto lainnya anjlok, sehingga membuat pasar kripto bergerak lambat.

Namun, dibalik itu sebenarnya ada peluang untuk investor mengambil profit.

“Biasanya, para investor dan trader aset kripto kawakan akan masuk ke pasar dan mengambil keuntungan saat harganya sedang turun. Istilahnya buy the dip. Investor punya insting bahwa penurunan harga sebuah aset adalah saat yang tepat untuk mengakumulasi portofolio asetnya,” kata Afid dalam rilisnya yang diterima Redaksi pada Jumat 11 Februari 2022.

Afid menambahkan bahwa setiap investor pasti punya karakter masing-masing. Kebanyakan investor yang berpengalaman akan melakukan buy the dip dengan tujuan melindungi nilai kekayaan. Makanya, tak heran jika mereka langsung memborong sebuah aset saat harganya tengah anjlok.

Sementara itu, investor yang memborong aset kripto di harga murah, bisa saja kemudian dijual kembali saat pasar merangkak pulih dan harganya menunjukkan tren peningkatan kembali.

Namun, perlu diingat kembali bahwa investasi aset kripto itu berisiko tinggi dan sangat spekulatif, perlu kehati-hatian dalam mengambil keputusan.

“Melakukan riset terlebih dahulu mengenai aset kripto yang akan dibeli. Membeli aset kripto sesuai kemampuan dana yang dimiliki dan gunakan “uang dingin”. Investor juga bisa melakukan diversifikasi aset atau istilahnya jangan taruh telur dalam satu keranjang,” saran Afid.

Ada beberapa tips yang Afid ungkap untuk mengambil cuan di tengah keruntuhan pasar kripto.

Adapun pendekatan mana yang terbaik, investor perlu memutuskan sendiri.

Tips ini akan sangat bergantung pada toleransi risiko investasi masing-masing investor, serta keyakinan mereka soal pasar akan bergerak selanjutnya.

1. Jangan menjadi FOMO dan FUD

Investor kripto yang baik akan tetap mengikuti berita dan tren terbaru di market. Namun, terlalu banyak informasi pasti bisa menjadi hal yang buruk. Mental investor akan bergejolak sehingga bisa melakukan keputusan yang tidak tepat, seperti FOMO (fear of missing out) dan FUD (fear, uncertainty, and doubt). ”

Biasanya saat market anjlok, investor akan bersikap FOMO dan FUD. Keduanya adalah istilah umum di dunia, dan dapat memiliki pengaruh yang lebih kuat pada keputusan untuk membeli dan menjual. Hal tersebut bisa berdampak buruk, karena keputusan tidak didasari oleh akal yang sehat,” kata Afid.

Ingat, tidak ada yang bisa memprediksi masa depan, dan tak ada saran yang lebih baik daripada melakukan penelitian sendiri. Saat mempelajari tentang pembaruan di pasar kripto, selalu coba dan konfirmasi dengan berbagai sumber.

2. Tetapkan tujuan yang jelas, diversifikasi, dan beli sesuai kemampuan

Afid menjelaskan sebagian besar investor yang cerdas memilih untuk memegang sejumlah jenis aset kripto yang berbeda dalam jangka panjang untuk mendiversifikasi portofolio mereka.

Investor kripto harus menentukan strategi perdagangan mereka, dan buat keputusan yang tepat untuk cut loss dan take profit.

“Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk merencanakan masa depan dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kerugian. Jangan terlena melihat market anjlok, lalu membeli sejumlah aset kripto yang banyak, tapi tanpa riset,” tuturnya.

Investor dapat pertimbangkan strategi tetap seperti mengeluarkan dana khusus untuk investasi kripto dalam jumlah kecil secara berkala. Hal ini untuk mengurangi sifat greedy yang biasanya terjadi pada investor.

3. Ambil untung di stablecoin

Salah satu opsi teraman untuk menghindari volatilitas kripto dan melindungi diri, selama penurunan pasar adalah dengan mengonversi beberapa kepemilikan kripto volatil menjadi aset yang lebih stabil.

“Ini dapat membantu investor ‘mengunci’ keseimbangan portofolio mereka dan mengurangi risiko dan tingkat stres di pasar anjlok,” kata Afid.

4. HODL dan pemikiran jangka panjang

Afid mengatakan jika nilai aset kripto yang dimiliki telah turun sejak pembeliannya, disebut kerugian yang belum direalisasi.

Maka dari itu, sebaiknya aset kripto yang diyakini akan bernilai jangka panjang disarankan untuk melakukan hodl dan hanya dijual dengan harga kurang dari harga pembelian.

“Di saat market krisis, memegang kripto yang memiliki nilai tinggi atau big cap mungkin lebih menguntungkan daripada menjual dalam jangka pendek,” katanya.

5. Lihat peluang di market kripto

Ketika pasar kripto jatuh, ada peluang tahu ke mana harus mencari cuan. Investor yang tajam melihat jendela peluang baru, pasti memanfaatkan ‘diskon’ dan menghasilkan keuntungan.

“Bahkan dalam tren turun, masih akan ada puncak dan lembah kecil saat pasar berfluktuasi. Investor yang telah memoles keterampilan teknik analisis mereka dapat memperoleh keuntungan di sini, menggunakan pengetahuan itu untuk memprediksi pergerakan jangka pendek dan memanfaatkannya dengan membeli posisi terendah dan menjual harga tertinggi,” pungkas Afid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI