Menu

Mode Gelap
Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi Istana Tanggapi Mens Rea: Nikmati sebagai Stand Up Comedy Pererat Sinergi, LSM Garda Timur Indonesia Jalin Silaturahmi dengan Kodaeral VIII Manado Melalui Letkol Rudy Strategi Prabowo Biayai Program Besar: Dari Hilirisasi-Sita Kebun Sawit Ilegal Program Sekolah Rakyat untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan Pegawai SPBG Mudah Jadi ASN, Guru Honorer Puluhan Tahun Terabaikan

SOSDIKBUD

Upaya Penanganan Stunting di NTB Melalui Tim Pendamping Keluarga

badge-check


					Upaya Penanganan Stunting di NTB Melalui Tim Pendamping Keluarga Perbesar

INAnews.co.id, Mataram – Upaya penanganan stunting di Provinsi NTB dilaksanakan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang langsung turun ke desa-desa. Dengan memberikan 7 layanan konvergensi, diantaranya kesehatan ibu dan anak, konseling gizi, air bersih dan sanitasi, perlindungan sosial, pendidikan melalui PAUD, pengasuhan anak di keluarga dan pendayagunaan lahan pekarangan serta kolaborasi seluruh pihak, diharapkan angka stunting dapat ditekan seoptimal mungkin.

Sebagaimana yang dikatakan Inspektur Utama BKKBN Republik Indonesia, Ari Dwikora Tono, Ak, M. Ec., pada pembukaan sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI), di Hotel Golden Pallace Mataram, Rabu (23/03), bahwa penanganan stunting harus dilakukan oleh semua pihak, baik itu pemerintah daerah, swasta, masyarakat, dunia usaha, media dan sebagainya semua harus betul – betul bersama sama memerangi stunting.

“Kita harus paham bersama stunting itu apa, sehingga kita betul betul bersama – sama komitmen untuk menghadapi stunting tersebut,” terangnya.

Disisi lain, dalam sudut pandang Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, ia mengatakan bahwa dalam melakukan sosialisasi RAN-PASTI, harus memperhatikan local wisdom atau kearifan lokal dalam suatu daerah, karena setiap daerah di kabupaten kota se-NTB memiliki masalah yang berbeda – beda.

“Local wisdom itu penting sehingga jangan sampai kita tidak memahami underland stucternya treatment kita kemudian clear. Saya kira apa yg dilakukan RAN ini penting tetapi tidak mungkin pendekatannya seragam,” tutur Bang Zul, sapaan Gubernur NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Adian Husaini: Fikih Dakwah Natsir Jadi Solusi Atasi Bencana di Indonesia

15 Januari 2026 - 19:12 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

5 Januari 2026 - 08:31 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

Rumah Proses Wayang Kautaman Sukses Menampilkan Pagelaran Kolaborasi “Sayap Jatayu “

16 November 2025 - 20:44 WIB

Populer BUDAYA