Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

EKONOMI

Berbenah Kehidupan yang Tetap Harus Berdenyut, Meski Virus Tetap Terus Berlanjut

badge-check


					Berbenah Kehidupan yang Tetap Harus Berdenyut, Meski Virus Tetap Terus Berlanjut Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Dua tahun terakhir ini, kebiasaan menjaga jarak, mengenakan masker, dan mencuci tangan telah menjadi hal yang biasa kita temui dalam konteks kehidupan sebagai individu maupun bagian dari masyarakat.

Saat ini, ranjang rumah sakit tidak lagi dipenuhi pasien Covid-19, status pembatasan kegiatan masyarakat di berbagai daerah sudah mulai melonggar, berbagai pusat belanja, tempat wisata, dan tempat beribadah juga sudah kembali dibuka, termasuk anak-anak yang mulai kembali ke sekolah untuk pembelajaran tatap muka.

Berbagai kebiasaan baru diterapkan sebagai new normal dan merupakan kekuatan utama dalam menjalankan iklim kehidupan baru yang berdampingan dengan Covid-19 tanpa rasa takut.

Di sisi lain, sejumlah pendapat muncul, misalnya pandemi Covid-19 telah menyadarkan kita bahwa ketidakpastian dalam hidup adalah sesuatu yang tidak dapat kita cegah. Kita juga semakin mengerti akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga, serta mengantisipasi berbagai risiko yang bisa terjadi di masa depan, terutama risiko kesehatan dan finansial.

Lantas, apa saja aspek kehidupan yang perlu dibenahi sebagai strategi untuk berdamai dengan Covid-19?

 

Berbenah kehidupan, dari spontan menjadi terencana

Perencanaan merupakan salah satu mekanisme kita dalam beradaptasi agar siap menghadapi masa depan. Pandemi Covid-19 telah membuat banyak orang yang tadinya tidak mau terlalu pusing dengan perencanaan hidup, mengambil waktu sejenak untuk memikirkan kembali rencana kehidupannya, termasuk rencana keuangannya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2021, terdapat 21,32 juta orang (10,32 persen penduduk usia kerja) yang terdampak Covid-19 meliputi pengurangan jam kerja, pemberhentian kerja sementara waktu, hingga pengangguran.

Hal ini tentu berpengaruh pada pengurangan pendapatan atau bahkan sama sekali tidak memiliki pendapatan untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Berdasarkan pengalaman tersebut, kita belajar bahwa memiliki kesiapan keuangan penting untuk berjaga-jaga.

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk memiliki kesiapan finansial adalah dengan strategi finansial yang terencana, misalnya berhemat, memprioritaskan pembayaran hutang, menabung, serta berinvestasi. Selain itu, jika ingin berjaga-jaga dari kerugian finansial yang besar, misalnya L) akit atau bahkan meninggal dunia, maka bisa memanfaatkan produk asuransi jiwa.

Di sisi lain, kesiapan finansial juga bisa dimulai dari mencari tahu informasi di media sosial, misalnya melalui Instagram dan Tiktok Astra Life: @astralifeid yang memuat beragam kiat mudah dan sederhana dalam mengelola keuangan dan mengatasi bermacam faktor risiko finansial yang mungkin terjadi melalui produk asuransi.

Berbenah kehidupan, dari analog menjadi digital

Pandemi Covid-19 telah mendorong bisnis digital berkembang kian cepat. Keberadaannya seolah

menjadi titik penting pertemuan antara pembeli dan penjual di tengah keterbatasan mobilitas

akibat kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat. Dewasa ini, di tengah kemajuan digitalisasi,

bukanlah sebuah hal yang mengherankan ketika mendengar cerita seorang ibu rumah tangga membeli kebutuhan sayur mayur secara online, atau sekadar berkonsultasi dengan dokter via telemedicine untuk meminta resep obat saat si buah hati sedang sakit. Berkat kemajuan teknologi, berbagai keperluan kini bisa didapatkan secara mudah kapan dan dimana saja.

Namun, selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, kemajuan digital juga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan produktif, misalnya mengikuti berbagai kelas webinar Dan kelas online secara gratis untuk pengembangan diri, membuka tabungan secara online tanpa harus datang ke bank, mencari produk asuransi yang sesuai hanya dengan berseluncur di internet seperti berbelanja di e-commerce, misalnya e-commerce yang dimiliki oleh Astra Life, yakni ilovelife.co.id yang dilengkapi dengan kalkulator premi sehingga kita bisa dengan mudah menentukan uang pertanggungan yang dikehendaki secara fleksibel sebelum akhirnya membeli produk asuransi.

Berbenah kehidupan, hidup seimbang dan lebih mencintai hidup

Pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk lebih memperhatikan kesehatan, dengan cara hidup seimbang, misalnya rajin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta memiliki pola pikir yang positif sambil terus menggiatkan berbagai kebiasaan yang baik. Berbagai cerita kehilangan dari rekan dan sanak keluarga, telah mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap rekan dan keluarga. Momen #dirumahaja yang dikampanyekan oleh pemerintah sejak tahun lalu juga menjadi kesempatan untuk kita mempererat ikatan anggota keluarga sambil terus mencintai hidup.

“Pandemi Covid-19 yang kini mulai bertransisi menjadi endemik merupakan momentum bagi PT ASURANSI JIWA ASTRA (Astra Life) untuk mengajak mayarakat mulai membenahi kehidupannnya dari berbagai aspek. Tidak hanya ajakan, Astra Life juga turut berbenah, berdaptasi dan berinovasi untuk memberikan manfaat perlindungan bagi nasabah, disertai dengan kemudahan dalam mengakses produk dan layanan secara digital yang kami hadirkan melalui laman ilovelife.co.id.” ujar Windy Riswantyo selaku VP, Head of Marketing & Branding and Digital Channel Astra Life.

Di masa new normal ini Astra Life tetap berkomitmen penuh dalam membayar manfaat terkait Covid-19 yang sesuai dengan ketentuan polis yang dimiliki nasabah. Sejak pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia pada Maret 2020, Astra Life kini telah membayarkan klaim terkait Covid-19 sebesar Rp190 miliar yang meliputi polis individu maupun kumpulan (data per Februari 2022).

“Kami selalu berupaya untuk hadir layaknya sahabat yang siap mendampingi masyarakat untuk menjalani kehidupan. Hal ini selaras dengan semangat #IGotYourBack yang dimiliki oleh Astra Life”, tutup Windy Riswantyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 03:55 WIB

Komentar Pengamat soal Alfamart dan Indomaret Harus Tutup karena Bisa Rugikan Kopdes

24 Februari 2026 - 19:17 WIB

Populer EKONOMI