Menu

Mode Gelap
Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi Istana Tanggapi Mens Rea: Nikmati sebagai Stand Up Comedy Pererat Sinergi, LSM Garda Timur Indonesia Jalin Silaturahmi dengan Kodaeral VIII Manado Melalui Letkol Rudy Strategi Prabowo Biayai Program Besar: Dari Hilirisasi-Sita Kebun Sawit Ilegal Program Sekolah Rakyat untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan Pegawai SPBG Mudah Jadi ASN, Guru Honorer Puluhan Tahun Terabaikan

SOSDIKBUD

Sumbawa Menjadi Pulau Zona Hijau Bebas Kasus PMK

badge-check


					Sumbawa Menjadi Pulau Zona Hijau Bebas Kasus PMK Perbesar

INAnews.co.id, Sumbawa – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku yang menyerang ternak salah satunya sapi mendapat perhatian khusus dari pemerintah provinsi NTB, hal ini di ungkapkan oleh Asisten III dr. Nurhandini Eka Dewi saat melakukan konfrence pers di Media Center Kita milik Diskominfotik NTB di Samota, Minggu (26/6/2022).

Eka juga mengatakan terkait penyakit PMK pulau sumbawa masuk zona hijau dimana tidak ada kasus.

“Pulau Sumbawa zona hijau, tidak ada kasus di sini jadi bersih karena lalulintas ternak langsung diberhentikan untuk mencegah penyebaran virus itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asisten III Pemprov NTB juga mengatakan tak hanya manusia yang bisa membawa penyakit PMK ini, bahkan ban kendaraanpun bisa.

“Karena itu kita pasang karpet disinfektan untuk dilalui kendaraan yang mengangkut sapi guna untuk mencegah penuluran penyakit PMK,” tandasnya.

Sementara, untuk para petani atau masyarakat yang memiliki hewan ternak juga disarankan agar menggunakan protokol seperti eptugas covid-19 saat dekat dengan ternaknya agar penularan PMK tidak menyebar luas.

“Karpet yang dilalui oleh kendaraan ternak disiram cairan disinfektan satu jam sekali dan kita sarankan warga jika ingin deket dengan ternaknya harus seperti petugas covid-19 menggunakan protokol,” saran Asisten III Pemprov NTB.

Lebih lagi, Eka juga mengatakan target vaksin untuk hewan ternak yang rawan terkena penyakit PMK selesai pada 29 Juni 2022 dimana ternak yang menjadi prioritas yakni Sapi Bibit dan Sapi yang memproduksi susu.

“Target hewan yang menjadi prioritas adalah sapi bibit dan sapi yang memproduksi susu, namun karena sapi yang memproduksi susu agak jarang, jadi kita alihkan sisanya ke hewan yang radiusnya berjarak 10 km dari lokasi kasus,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Adian Husaini: Fikih Dakwah Natsir Jadi Solusi Atasi Bencana di Indonesia

15 Januari 2026 - 19:12 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

5 Januari 2026 - 08:31 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

Rumah Proses Wayang Kautaman Sukses Menampilkan Pagelaran Kolaborasi “Sayap Jatayu “

16 November 2025 - 20:44 WIB

Populer BUDAYA